logo

Lupa Baca Shalawat Ketika Khutbah Jum’at, Sah Atau Tidak? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum...

Ustadz sya mau nanya mengenai sesuatu yg lgi di perbincangkan saat ini yaitu tentang menteri agama yg menjadi Khotib Jumat di Istiqlal tanpa bershalawat.

Ada ustadz yg bilang tidak sah dan ada juga yg bilang ga masalah.

Mohon pencerahannya tadz.

Mksh

Dari : Noy Gepeng

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Rukun khutbah menurut ulama mazhab :

Di dalam kitab al-Fiqhu 'alal Madzaahibil Arba'ah disebutkan :

1. Mazhab Hanafi. 

الحنفية قالوا : الخطبة لها ركن واحد، وهو مطلق الذكر الشامل للقليل والكثير

Ulama mazhab Hanafi berkata : "khutbah jum'at hanya punya satu rukun saja. Dan dia mutlaq hanya membaca dzikir saja. Baik sedikit maupun banyak."

2. Mazhab Syafi'i.

الشافعية قالوا : أركان الخطبة خمسة: أحدها : حمد الله، ثانيها : الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كل من الخطبتين، ثالثها : الوصية بالتقوى في كل من الخطبتين، رابعها : قراءة آية من القرآن في إحداهما،  خامسها : الدعاء للمؤمنين والمؤمنات في خصوص الثانية

Ulama mazhab Syafi'i mengatakan bahwa rukun khutbah ada 5 :

1. Mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah), baik ketika khutbah pertama, maupun kedua.

2. Bersholawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada khutbah pertama dan kedua.

3. Wasiat taqwa, pada khutbah pertama dan kedua.

4. Membaca satu ayat didalam Al-Qur'an, baik pada khutbah pertama, maupun kedua.

5. Mendo'akan kaum Muslimin dan Muslimat, khusus pada khutbah yang kedua.

3. Mazhab Maliki.

المالكية قالوا : الخطبة لها ركن واحد. وهو أن تكون مشتملة على تحذير أو تبشير

Mazhab maliki berkata : "rukun khutbah cuma satu saja. Yaitu dia memberi peringatan dan kabar gembira."

4. Mazhab Hambali.

الحنابلة قالوا : أركان الخطبتين أربعة : الأول : الحمد لله في أول كل منهما بهذا اللفظ، فلا يكفي أحمد الله مثلا، الثاني : الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم، ويتعين لفظ الصلاة، الثالث: قراءة آية من كتاب الله تعالى. الرابع : الوصية بتقوى الله تعالى، وأقلها أن يقول : اتقول الله.

Mazhab Hambali berkata, rukun khutbah ada 4 :

1. Membaca hamdalah.

2. Bersholawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

3. Membaca satu ayat dari Al-Qur'an.

4. Berwasiat taqwa agar bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Paling sedikit dia membaca : "bertaqwalah kalian kepada Allah."

Nah, didalam mazhab Syafi'i dan Hambali mengatakan bahwa sholawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk rukun. Sedangkan menurut mazhab Hanafi dan Maliki tidak termasuk rukun.

Lalu bagaimana jika sholawat nabi tidak dibaca ketika khutbah?

Menurut mazhab Syafi'i dan Hambali, jika rukun ketinggalan, maka otomatis batal dan tidak sah.

Sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki tidak memasukkan sholawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak termasuk rukun, jadi khutbahnya tetap sah dan tidak batal.

Bagaimana dengan menteri agama yang meninggalkan salah satu rukun khutbah tersebut?

Jika mazhab Menteri agama itu mazhab Syafi'i atau mazhab Hambali, maka khutbahnya tidak sah.

Akan tetapi, jika mazhabnya Maliki atau Hanafi, maka khutbahnya tetap sah.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.