logo

Jangan Ajari Ummat Islam Tentang Toleransi Antar Umat Beragama | Konsultasi Muslim



Agama Islam adalah agama yang damai, dan sangat menjunjung tinggi keadilan dan peradaban, serta toleransi yang tinggi antara sesama Muslim maupun antar ummat beragama. Sebagaimana Allah berfirman :

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thoghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 256).

Banyak pada zaman sekarang ini, orang-orang yang tidak tau Islam, tapi berlagak mengajarkan ummat Islam tentang toleransi kepada non Islam. Tentunya sangat lucu, karena dia hanya mengajarkan sekarang, padahal Rasulullah telah lebih dulu mengajarkan tentang toleransi kepada ummat diluar Islam.

Orang-orang yang tidak mengetahui tentang ajaran Islam, kemudian menganggap ummat Islam tidak toleransi, maka orang seperti ini akan ditetawakan oleh Ummat Islam. Karena 1400 tahun yang lalu baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan toleransi.

Bukti-bukti Islam Toleransi kepada Ummat diluar Islam :

1. Memuliakan tetangga, walaupun dia non Muslim.

Mana dalilnya?

Dari Abdullah bin Shomit rodhiyallahu 'anhu, dari Abu Dzar rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً، فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

Wahai Abu Dzar, apabila engkau memasak gulai, maka perbanyaklah kuahnya, dan perhatikan (berikanlah) tetanggamu. (HR. Muslim, hadist no. 2625).

Hadist ini menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk berbuat baik, sekalipun tetangga kita itu Non Muslim. Karena dalilnya umum, dan tidak menunjukkan kekhususan ditujukan kepada tetangga sesama Islam saja.

2. Larangan membunuh kafir dzimmi (non Muslim yang tidak memerangi ummat Islam).

Didalam Islam diharamkan membunuh orang-orang kafir dzimmi, yaitu orang-orang kafir yang tidak memerangi ummat Islam, seperti misalnya di Indonesia dan sebagainya.

Dalilnya adalah hadist yang diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda :

مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ، لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. (HR. An-Nasa'i, hadist no. 4750).

Ini adalah bantahan bahwa ummat Islam tidak toleransi kepada agama diluar Islam dan bantahan bagi orang-orang yang mengatakan bahwa Islam memusuhi orang-orang diluar Islam.

Sebenarnya mereka tidak paham dengan ajaran Islam, tapi menebak-nebak saja tentang ajaran Islam, maka dari itu mereka salah dalam memahami ajaran Islam yang sesungguhnya.

3. Beribadah sesuai agama masing-masing.

Islam tidak mempermasalahkan mau dia beragama apa, atau menyembah apa, asalkan jangan mengganggu Islam, maka sebaliknya, ummat Islam pun tidak akan mengganggu Ummat lainnya.

Allah berfirman :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir) : "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku." (QS. Al-Kafirun : 1-6).

4. Berbuat baik kepada non Muslim.

Jika orang tuanya non Muslim, maka dia tetap diperintahkan berbuat baik, tanpa membedakan agamanya.

Allah berfirman :

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (QS. Luqman : 15).

5. Berbuat adil kepada non Muslim.

Islam tidak membatasi berlaku adil hanya kepada sesama Muslim saja, akan tetapi kita juga diperintahkan untuk berlaku adil kepada non Muslim, dengan syarat dia masih memperjuangkan kebenaran, dan bukan dalam hal kepemimpinan, apalagi aqidah.

Allah berfirman :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahah : 8).

Dalil-dalil diatas adalah bantahan bagi pembenci-pembenci Islam, bahwa Islam mengajarkan toleransi kepada non Muslim. Hanya saja mungkin ada oknum dari Ummat Islam yang melanggar apa yang disebutkan didalam dalil-dalil diatas. Dan seharusnya salahkan orangnya, bukan salahkan agama yang dia anut.

Terbantahlah sudah isu bahwa ummat Islam radikal, tidak toleransi ataupun tuduhan-tuduhan keji lainnya terhadap Islam.

Jangan ajari ummat Islam tentang toleransi, karena 1400 tahun yang lalu baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan toleransi kepada sesama manusia, termasuk kepada Non Muslim.

Mereka menginginkan redupnya cahaya Islam, tapi mereka lupa akan satu hal, bahwa Islam dijaga langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, salah satunya dengan dijaganya kemurnian isi Al-qur'an sebagai pedoman hidup ummat Islam, sehingga mereka tidak bisa meredupkan cahaya Islam.

Allah berfirman :

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. (QS. As-Shaff : 8).

Semoga Allah memberi hidayah kepada mereka yang membenci Islam dan menuduh Islam radikal dan ummat Islam tidak toleransi terhadap agama lain. Dan dalil-dalil diatas membantah tuduhan-tuduhan keji mereka selama ini.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.