logo

Istri Minta Cerai Karena Ditelantarkan, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz. Mau tanya, Gimana klo ada seorang suami yg ingin poligami tapi menelantarkan istri pertama dan anak2nya? Apakah itu bisa di jadikan alasan syar'i untuk sang istri meminta cerai dari suami?

Dari : Diana

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Salah satu syarat inti dari poligami adalah bisa berlaku adil.

Allah berfirman :

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS. An-Nisa' : 3).

Artinya syarat inti dari bolehnya poligami adalah adil. Itu kuncinya. Adapun jika keadilan tidak bisa dilaksanakan kepada istri-istrinya, maka dia berdosa dan dia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dihadapan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Apakah istri boleh meminta cerai apabila ditelantarkan (diberi nafkah)?

Syekh Sayyid Sabiq rohimahullah berkata didalam kitabnya Fiqhus Sunnah :

وإن على القاضي أن يزيل هذا الضرر.  وإذا كان من المقرر أن يفرق القاضي من أجل الغيب بالزوج فإن عدم الانفاق يعد أشد إيذاءا للزوجة وظلما لها من وجود عيب بالزوج، فكان التفريق لعدم الانفاق أولى

Dan bagi hakim, hendaklah dia menghilangkan sesuatu yang membahayakan istri. Ketika dipahami bahwa hakim boleh memisahkan suami istri karena suami lama menghilang, sementara tidak memberi nafkah termasuk menyakiti dan menzalimi istri, lebih menyakitkan dari pada sebatas adanya aib pada suami, maka wewenang hakim untuk memisahkan suami istri karena tidak memberi nafkah, lebih kuat.

Jadi meminta cerai karena tidak diberi nafkah, ataupun ada hak-hak yang tidak dipenuhi suami, maka boleh hukumnya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.