logo

Hukum Menukar Uang Sobek dengan Uang Utuh, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz..

Menukarkan uang sobek dengan uang yang utuh (tidak sobek) Dengan selisih harga yang berbeda, misalnya menukarkan uang sobek Rp.5000 di hargai Rp.3000 apakah termasuk riba?

Dari : Samsul

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Sebelumnya mohon maaf baru dijawab, soalnya kemaren-kemaren pertanyaan yang satu ini sepertinya nyelip dipertanyaan yang lainnya. Makanya tidak terjawab.

Dalam hal penukaran uang, apakah dia termasuk riba atau tidak ketika ditukarkan, bisa dibagi menjadi 2 :

1. Jika uang yang sobek tersebut masih laku, maka ketika uang sobek tersebut ditukarkan dengan uang baru, maka itu termasuk riba, dan hukumnya haram.

Hal ini berdasarkan hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengharuskan menukarkan yang sejenis dengan takaran yang sama.

Dari Abu Sa'id al-Khudri rodhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

“Apabila emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum ditukar dengan gandum, sya'ir (salah satu jenis gandum) ditukar dengan sya'ir, kurma ditukar dengan kurma, dan garam ditukar dengan garam, maka jumlah takarannya harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka dia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa. (HR. Muslim, hadist no. 1584).”

Nah, ini adalah dalil bahwa jika misalnya uang sobek tersebut masih laku, kemudian ditukarkan, maka harus sama nilainya.

Akan tetapi, jika nilainya tidak sama, seperti misalnya uang sobek tersebut dengan nilai Rp. 5.000 kemudian ditukar dengan nilai Rp. 3.000, maka penukaran semacam ini riba dan haram hukumnya didalam Islam.

2. Jika uang sobek tersebut uang dulu (lama), dan sudah tidak laku sekarang, tidak berguna lagi sebagai nilai tukar, kemudian ada yang mau membeli atau ditukarkan kepada pihak tertentu dengan harga yang lebih mahal atau lebih murah dari harga uang lama tersebut, maka hukumnya boleh.

Kenapa? Kok boleh? Karena uang tersebut sudah tidak laku lagi. Dan statusnya bukan lagi termasuk alat tukar, tapi sebagai barang. Dan jika dibeli atau ditukarkan ke pihak tertentu, maka boleh karena menukarkan barang dengan uang, bukan uang dengan uang, apalagi uangnya tersebut masih aktif (laku).

Dan menukarkan uang dengan barang boleh dan tidak termasuk kedalam riba.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.