logo

Hukum Menanam Saham di dalam Islam | Konsultasi Muslim



Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

pak guru. Bagaimana  hukumnya menanam saham. terima terima kasih.

Dari : Aminah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Begini ukhti, sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika sebab itu ada  maupun ketika tidak ada

Nah, begitu juga dengan hukum menanam saham. Menanam saham bisa menjadi boleh, akan tetapi juga bisa menjadi haram hukumnya.

1. Hukumnya Boleh.

Menanam saham hukummya boleh, dengan syarat :

A. Perusahaan tersebut tidak memakai sistem riba.Artinya perusahan tersebut bebas dari riba.

Jika perusahaan tersebut bebas dari sistem riba, maka hukumnya boleh.

B. Perusahaan tersebut bebas dari yang haram,baik barang yang di produksi, transaksinya dan lain sebagainya bebas dari yang haram.

Maka, jika perusahaan tersebut bebas dari sesuatu yang haram, maka boleh menanam saham di perusahaan tersebut.

C. Memakai sistem mudorobah.

Apa itu sistem mudorobah?

Yaitu kedua belah pihak sama-sama untung dan sama-sama rugi.

Artinya, jika perusahaan tersebut untung, maka harus dibagi sesuai keuntungannya, dan harus adil. Dan apabila perusahaan itu rugi, maka kedua belah pihak juga rugi.

Contoh : Misalnya si A menanam saham di sebuah perusahaan sebesar Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta) Rupiah. Kemudian kedua belah pihak sepakat, sekalipun perusahaan untung dan rugi, maka si A (pihak penanam saham) tetap akan mendapatkan uang setiap bulannya sebesar Rp. 1.000.000 (Satu Juta) Rupiah.

Nah, kesepakatan seperti ini tidak boleh, karena transaksi seperti ini Riba. Ketika rugi sama-sama, tapi giliran untung, hanya menguntungkan salah satu pihak saja, maka ini tidak boleh, karena transaksi semacam ini termasuk riba. Dan riba hukumnya haram didalam Islam.

Adapun yang dibolehkan itu adalah "Jika misalnya perusahaan tersebut untung, maka kedua belah pihak untung." Artinya perusahaan dapat sekian persen dari keuntungan itu, dan penanam saham juga mendapatkan sekian persen dari keuntungan tersebut.

Dan jika perusahaan itu rugi, maka kedua belah pihak menanggungnya bersama-sama. Sistem seperti inilah yang dibenarkan didalam Islam. Adapun sistem ketika untung hanya salah satu pihak saja, dan ketika rugi ditanggung bersama, atau sebaliknya, maka hukumnya haram, karena semacam ini termasuk riba.

2. Hukumnya Haram.

Jika disuatu perusahaan tersebut dibangun dengan sistem riba, dan sistem didalamnya juga menggunakan riba, serta barang-barang yang di produksi dan dimiliki memakai sistem riba, maka menanam saham di perusahaan semacam ini hukumnya haram.

Kenapa? karena sudah tau bahwa sistem yang mereka pakai memakai sistem riba. Dan seorang muslim tidak boleh menanam saham di perusahaan semacam ini.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. (QS. Al-Baqarah : 278-279).

Sistem riba harus ditinggalkan oleh seorang muslim. Termasuk menanam saham di perusahaan-perusahaan yang memakai sistem riba.

Jangan hanya gara-gara mau untung banyak, lantas tidak lagi memandang haram dan halalnya. Ini tidaklah benar, dan orang-orang yang memakan harta riba akan mendapatkan azab dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. (QS. Al-Baqarah : 275).

Na'udzubillah. Betapa sedihnya nasib orang-orang yang memakan harta riba. Dan pelaku riba juga akan disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di neraka kelak.

Allah Berfirman :

فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah : 275).

Maka, jangan pernah menanam saham di di perusahaan-perusahaan yang memakai sistem riba. Karena pelaku riba akan mendapatkan azab dari Allah Subhanahu wa Ta'ala diakhirat kelak.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.