logo

Hukum Kredit dalam Islam | Konsultasi Muslim



Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

pak ustadz bagaimana hukumnya kredit motor seperti kebanyakan orang saat ini.Yaitu melalui leasing

Dari: Noy Gepeng

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Para ulama berbeda pendapat tentang jual beli dalam sistem kredit. Akan tetapi menurut pendapat yang kuat, insyaAllah kredit diperbolehkan didalam Islam.

Mana dalilnya?

1. Dalil dari Al-Qur'an.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. (QS. Al-Baqarah : 282).

Ayat ini menunjukkan bolehnya hutang piutang didalam Islam, yang berarti dibayar secara kredit atau berangsur-angsur. Dan kredit merupakan bentuk dari hutang itu sendiri, yang secara zohir ayat ini membolehkan kredit.

2. Dalil dari Hadist.

Dari Aisyah rodhiyallahu 'anha berkata :

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya. (HR. Bukhari, hadist no. 2096).

Hadist ini juga menunjukkan bahwa dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah berhutang dalam membeli makanan, dan itu merupakan salah satu bentuk kredit. Dan tentunya hadist ini menjadi dalil akan kebolehan kredit tersebut.

Diantara para ulama yang membolehkan tersebut adalah : ulama-ulama mazhab, Imam as-Syirazi dalam al-Majmu' syarah Muhazzab, Imam as-Syathibi rohimahullah dalam al-Muwafaqat jilid 4 halaman 41, Imam az-Zarqani, Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah, Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah.

Sedangkan dari ulama kontemporer yang membolehkan adalah Syekh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah, Syekh Utsaimin rohimahullah. Dan para ulama lainnya.

Para ulama berdalil dengan keumuman ayat ini :

Allah berfirman :

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqarah : 275).

Dan di dalam mu'amalah asal hukum segala sesuatu adalah boleh.

Qoidah ushul fiqh nya seperti ini :

الأصل في الأشياء الإباحة

Asal hukum setiap sesuatu (perkara muamalah) adalah boleh.

Begitu juga dengan keputusan majelis tarjih Muhammadiyah yang mengatakan bolehnya sistem kredit, karena keumuman dalil diatas, dan kita juga diperintahkan untuk tolong menolong dalam kebaikan. Di mana mungkin seseorang itu tidak mampu membeli nya secara tunai, maka dipermudah dengan kredit dan dengan mengambil keuntungan dalam jual beli.

Dan mengambil keuntungan diperbolehkan sebagaimana juga seorang sahabat yang diutus Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk membeli seekor kambing. Setelah itu dia membeli 2 ekor kambing dengan uang satu dinar. Dan menjual satu kambing nya dengan harga satu dinar. Dan Rasulullah tidak melarang nya.

Bagaimana jika dia melalui leasing?

Ketika dia membeli motor secara kredit, berarti dia sudah tau konsekuensi dari kredit dengan leasing itu.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الرضى بالشيء رضى بما يتولد منه

Rela akan sesuatu berarti rela dengan konsekuensinya.

Artinya begini, jika di awal sebelum membeli motor dia mau mengkredit motor, berarti dia harus siap dengan konsekuensinya.

Apa konsekuensinya? Yaitu jika suatu saat dia tidak bisa membayar cicilan motor tersebut, maka motornya akan ditarik dan dijual kepada orang lain.

Jika dia tidak setuju, maka jangan beli motor secara kredit, karena dimana-mana sekarang sistemnya seperti itu.

Dan boleh-boleh saja jika motor tersebut dibeli oleh orang lain, karena yang mengkreditkan motor berarti sudah siap dengan resiko yang akan dia terima.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

المتولد من مأذون لا اثر له

Hal-hal yang timbul dari sesuatu yang telah mendapat ijin tidak memiliki dampak apapun.

Artinya dia tidak bisa berbuat apapun, karena dia di awal sudah merelakan jika suatu saat terjadi seperti itu, dan memang itulah konsekuensi kredit.

Dan memang pada hakikatnya, perusaan penjual motor harus mengadakan aqad di awal seharusnya, misalnya jika tidak bisa bayar, maka motornya akan ditarik. Jadi si pembeli tidak kaget jika suatu saat motornya ditarik jika tidak mampu membayarnya, bukan main tarik saja tanpa kesepakatan di awal. Dan ini salah satu kesalahan juga dan harus diperbaiki oleh perusahaan tersebut.

Kesimpulan dari penjelasan diatas bahwa kredit diperbolehkan didalam islam.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.