logo

Hukum Jual Beli dan Mendonorkan Organ Tubuh | Konsultasi Muslim



Pada dasarnya hukum jual beli dibolehkan di dalam Islam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqarah : 275).

Di dalam qoidah ushul fiqh juga disebutkan :

الأصل في الأشياءالإباحة

Asal hukum setiap sesuatu (Perkara Mu'amalah) adalah boleh.

Akan tetapi, mengenai jual beli atau mendonorkan organ tubuh untuk kepentingan orang lain, maka para ulama berbeda pendapat mengenai ini.

1. Tidak Boleh

Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiri berkata di dalam kitab Mausu'atul Fiqhil Islami, juz 5 :

حكم بيع أعضاء الإنسان: لا يجوز بيع العضو أو الجزء من الإنسان قبل الموت أو بعده، وإذا لم يحصل عليه المضطر إلا بثمن جاز الدفع للضرورة، وحَرُم على الآخذ. وإن وهب العضو أو الجزء بعد الموت لأي مضطر، وأُعطي مكافأة عليها قبل الموت جاز له أخذها. ولا يجوز للإنسان حال الحياة أن يبيع أو يهب عضواً من أعضائه لغيره؛ لما في ذلك من إفساد البدن، وتعطيله عن القيام بما فرض الله عليه، وتصرفه في ملك الغير بغير إذنه

Hukum menjual organ tubuh manusia : tidak boleh menjual organ atau salah satu anggota tubuh manusia baik selagi hidup maupun setelah wafat. Bila tidak ada unsur terpaksa kecuali dengan harga tertentu, dia boleh menyerahkannya dalam keadaan darurat. Tetapi dia diharamkan menerima uangnya. Jika seseorang menghibahkan organ tubuhnya setelah dia wafat karena suatu kepentingan mendesak, dan dia menerima sebuah imbalan atas hibahnya itu saat dia hidup, dia boleh menerima imbalannya. Seseorang tidak boleh menjual atau menghibahkan organ tubuhnya selagi dia hidup kepada orang lain. Karena praktik itu dapat merusak tubuhnya dan dapat melalaikannya dari kewajiban-kewajiban agamanya. Seseorang tidak boleh mendayagunakan (menjual, menghibah, dan akad lainnya) milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.

Karena ketika dia menjualnya atau mendonorkan organ tubuhnya untuk orang lain, maka akan bisa menimbulkan mudorot bagi dirinya. Sedangkan kita diperintahkan untuk menjauhi sesuatu yang bisa memudorotkan diri sendiri.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 313).

2. Boleh

Adapun ulama mazhab Hambali seperti yang disebutkan oleh Syekh Wahbah Zuhaili membolehkan nya.

Syekh Wahbah Zuhaili berkata di dalam kitabnya al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu jilid 10 :

وأجاز الحنابلة بيع أعضاء الإنسان كالعين وقطعة الجلد إذا كان ينتفع بها ليرقع بها جسم الآخر لضرورة الإحياء، وبناء عليه يجوز بيع الدم الآن للعمليات الجراحية للضرورة

Sementara ulama madzhab Hanbali membolehkan akad jual-beli organ tubuh manusia seperti bola mata atau potongan kulit bilamana dimanfaatkan untuk menambal tubuh orang lain sebagai kepentingan mendesak menghidupkan orang lain. Atas dasar ini, menjual darah untuk kepentingan operasi bedah seperti sekarang ini dibolehkan).

Artinya jika hal tersebut terpaksa harus dilakukan, maka hal itu menjadi boleh hukumnya karena hal tersebut bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Dan ketika kita mendonorkan organ tubuh dalam keadaan darurat sekali dan terpaksa kita lakukan dan tidak ada pilihan lain, maka hukumnya boleh. Dan dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta'ala insyaAllah.

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 2045).

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.