logo

Disangka Mendidik, Padahal Menjerumuskan Anak, Na'udzubillah! | Konsultasi Muslim



Banyak orang tua yang tidak mau mendidik anaknya dengan tegas, mereka orang tua takut kalo didikannya dikeraskan, anaknya akan menangis ataupun tidak tega sehingga mereka memberikan apapun yang diminta oleh sang anak.

Betapa banyak sekarang anak-anak indonesia dari ujung pulau Sumatera sampai ujung pulau Jawa, ntah mungkin juga terjadi di daerah timur sana. Betapa banyak anak-anak yang masih kecil yang masih SD bahkan anak-anak TK sudah diberikan mainan berupa HP oleh orang tua mereka.

Alasan orang tua agar anak tersebut tidak kaku dengan perkembangan teknologi. Maka ini bukanlah suatu alasan, karna bukan nya mendidik tapi malah menghancurkan masa depan anak itu sendiri.

Sebuah pepatah Arab menyebutkan :

من يزرع يحصد

Siapa yang menanam tentu akan memetik hasilnya

Artinya : "baik buruknya kita mendidik anak di waktu sekarang, itulah yang akan kita lihat hasilnya beberapa tahun kedepan."

Bolehkah memberikan apapun yang diminta anaknya?

Di sinilah kesalahan kebanyakan orang tua dalam mendidik anaknya. Disangka mendidik, padahal malah menghancurkan masa anaknya.

Ketika anaknya minta hp baru, minta game, dibelikan oleh orang tua. Padahal bisa merusak anak itu sendiri, dari mulai matanya, waktu yang digunakan terbuang sia-sia, sampai dia tidak kenal lingkungan sekitarnya dan dia tidak mau berbaur dengan orang di lingkungannya, karena dia sibuk dengan mainannya.

Dan hal ini tidak seharusnya dipenuhi oleh orang tua, karena sejak kecil seharusnya orang tua mengajarkan ilmu agama bagi sang anak.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

مروا أولادكم بالصلاة و هم أبناء سبع سنين و اضربوهم عليها و هم أبناء عشر

“Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan shalat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karenanya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun. (HR. Ahmad).”

Maka jangan takut mendidik anak secara tegas, didik anakmu dari kecil dengan ajaran agama ini. Kelak setelah dewasa kau akan memetik hasilnya.

Pepatah Melayu mengatakan :

“Dari kecil terbiasa, sudah besar terbawa-bawa, ketika sudah tua terubah tidak”.

Jika dari kecil terbiasa kau ajarkan agama, dibiasakan melakukan perbuatan baik dari kecil, kelak ketika sudah dewasa dia akan tetap mempertahankan perbuatan baik yang dia kerjakan semasa kecil, dan ketika sudah tuapun dia akan sulit untuk merubahnya, dan ketika dia tidak melakukan perbuatan baik satu kali pun, dia akan merasa ada yang hilang dari dirinya.

Jangan segan memukul pelan anak jika dia berbuat salah. Dalam artian memukul dalam rangka mendidik. Pukulan yang tidak sakit dan tidak pula lemah. Sedang-sedang saja. Dan pukulan yang tidak berbekas.

Maka orang tua harus benar-benar bisa bergaul dengan anaknya. Ketika dia bergaul dengan anak maka dia harus seperti anak-anak juga agar sang anak senang kepada kita. Dan bersikap lemah lembutlah kepada anak karna setiap manusia hakikatnya suka kepada yang lembut.

Dari Aisyah rodhiyallahu 'anha, Rasulullah bersabda :

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شيء إِلاَّ زَانَهُ ، وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شيء إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya kelembutan, tidaklah berada pada sesuatu kecuali pasti menghiasinya, dan tidaklah kelembutan diambil dari sesuatu, pasti merusaknya. (HR. Muslim, hadist no. 2594).”

Bersikap lembutlah terhadap anak, tapi dengan adanya sikap lembut, bukan berarti menuruti apa-apa yang diminta oleh anak tersebut.

Jika kau terbiasa memanjakannya dari kecil, maka dia akan terbiasa sampai dewasa, jika dia bandel, jangan segan memarahinya, jika dia melawan jangan segan mengeraskan suara dalam memarahinya agar dia tidak seenaknya dalam bertutur kata.

Akan tetapi jika dibiarkan saja, dan menuruti kemuannya, nanti orang akan semakin di injak-injak dan dibentak jika kemauannya tidak dipenuhi.

Jangan salah melangkah dan jangan salah mendidik anakmu, biarlah dia sering menangis di waktu kecil karena kerasnya didikanmu, kelak di waktu dewasa dia bisa memetik buah dari didikan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.