logo

Bolehkah Minta di Do'akan Sama Kyai? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum. Bismillah, segala puji hnya bagi Allah yang mengurus dan mempermudah segala urusan. Jadi begini ustad, sekiranya kita sudah bnar" maksimal dalam berusaha dan do'a namun Allah belum pula menunjukan jalan keluar bagi masalah si hamba tsb, lalu orangtua memberi saran agar kita minta air do'a dari kiyai dengan alasan supaya Allah  mudahkan urusan kita, apa itu dikatakan berkah ustad?

Terimakasih ustad, mohon penjelasannya

Dari : Sarah Anggraeni

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Allah berfirman :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. Ath-Tholaq : 2-3).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdo'alah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai kepadanya. (HR. Tirmidzi, hadist no. 3479).

Berdasarkan dalil diatas, bahwa yang bisa diambil kesimpulan ada 2 :

1. Allah akan memberikan jalan keluar bagi orang yang bertaqwa.

2. Do'a tidak akan dikabulkan Allah jika hatinya lalai dari mengingat Allah.

Nah, kita seharusnya instropeksi diri. Apakah kewajiban-kewajiban sebagai seorang Muslim sudah dilaksanakan? Atau masih belum dilaksanakan.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan do'a, bagaimana mungkin Allah memberikan jalan keluar lewat do'anya, sementara :

1. Kewajiban sebahai seorang Muslim tidak dilaksanakan.

2. Ketika berdo'a tidak fokus.

3. Berdo'a dengan cepat.

4. Makanan didapat dari cara yang haram.

5. Larangan Allah masih dikerjakan.

Dan boleh saja, Allah menunda mengabulkan do'a, dan mengabulkan dimasa yang akan datang atau mengganti nya dengan yang lebih baik dari itu. Maka kita harus berhusnudzon terlebih dahulu kepada Allah.

Apakah boleh meminta do'a kepada Kiyai?

Jawabannya boleh. Dan hal ini didalam Islam dinamakan tawassul. Tawassul adalah berdo'a melalui perantara. Baik melalui perantara nama-nama Allah yang mulia, seperti Asmaul Husna misalnya, orang sholeh yang masih hidup, ataupun bertawassul dengan amal sholeh yang di punya.

Dalil tawassul adalah Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

Hai orang yang beriman, takwalah kepada Allah. Carilah wasilah kepada-Nya. (QS. Al-Maidah : 35).

Jadi, berdo'a kepada kiyai adalah bentuk tawassul kepada orang sholeh, dan itu diperbolehkan di dalam Islam.

Hanya saja yang perlu di ingat adalah, bahwa kiyai tersebut tidak bisa mendatangkan manfaat atau mudorot sedikitpun, akan tetapi kiyai tersebut hanya sebagai penyambung untuk berdo'a kepada Allah. Dan Allah mau mengabulkan atau bukan, maka itu terserah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak harus kiyai, siapapun orang sholeh, maka bisa minta dido'akan darinya InsyaAllah.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.