logo

Bolehkah Mengambil Keuntungan 100% Di dalam Jual Beli? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz. Sy jual barang secara kredit.untung yg sy ambil tidak lebih dr 100%

Misal harga 1jt.10x bayar /bln 100rb.tidak pake dp.dan klo ada yg nunggak.misal pembayaranya lebih dr 10bln tidak ada bunga.gimn itu ustadz. Sy jg pernah denger dr ustadz yg lain klo jualan tidak boleh ambil untung 2x lipat sama aj itu riba .apa itu bener

Dari: Wiwin

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mengambil keuntungan dari berdagang diperbolehkan di dalam Islam. Berapapun jumlah dan persen nya.

Dalilnya adalah :

Dari Urwah al-Bariqi rodhiyallahu 'anhu berkata :

دَفَعَ إِلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم دِينَارًا لأَشْتَرِىَ لَهُ شَاةً فَاشْتَرَيْتُ لَهُ شَاتَيْنِ فَبِعْتُ إِحْدَاهُمَا بِدِينَارٍ وَجِئْتُ بِالشَّاةِ وَالدِّينَارِ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم

Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa sallam menyerahkan uang sebesar 1 dinar kepadaku untuk dibelikan seekor kambing. Kemudian uang itu saya belikan 2 ekor kambing. Tidak berselang lama, saya menjual salah satunya seharga 1 dinar. Kemudian saya bawa kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa Sallam seekor kambing dan uang 1 dinar.

Beliau melanjutkan : Kemudian akupun menceritakan kejadian itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka beliau berdo'a :

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى صَفْقَةِ يَمِينِكَ

"Semoga Allah memberkahimu dalam transaksi yang dilakukan tanganmu. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 1304)."

Hadist ini adalah dalil bahwa boleh nya mengambil keuntungan berapapun.

Katanya ada yang mengatakan hanya boleh 30% saja ustadz?

Itu harga pasar yang ditentukan oleh pemerintah. Adapun didalam Islam boleh mengambil keuntungan berapapun. Sekalipun dalam jumlah yang besar.

Hanya saja kita harus mempertimbangkan kembali, karna terkadang pembelinya dari saudara-saudara kita ummat Islam. Artinya cocokkan lah harganya sesuai dengan kemampuan ummat Islam dalam membelinya. Jangan menyulitkan mereka.

Mau dia mengambil keuntungan 2x lipat, ataupun 30%, 40%, 50%, atau lebih misalnya, maka diperbolehkan di dalam Islam berdasarkan hadist diatas, di mana seorang sahabat yang diberikan uang 1 dinar untuk membeli 1 ekor kambing, kemudian karena sahabat ini bagus dalam tawar menawar, maka dia bisa membeli kambing tersebut 2 ekor dengan uang 1 dinar.

Dan kemudian, satu kambing dijual lagi dengan harga 1 dinar, maka otomatis dia untung banyak darinya.

Inilah dalil yang membolehkan mengambil keuntungan yang besar dari berdagang.

Tapi balik lagi, cocokkanlah dengan harga kaum muslimin, jangan sampai menyulitkan kaum muslimin dalam membelinya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.