logo

Benarkah Menikahi Sepupu Bisa Menyebabkan Anaknya Cacat? | Konsultasi Muslim



Masih banyak juga orang yang meyakini bahwa menikahi sepupu adalah sesuatu yang terlarang. Padahal Islam membolehkan menikahi sepupu.

Apakah Sepupu itu Mahrom?

Jawabannya tidak. Karena dia bukan mahrom, maka islam memperbolehkan menikah dengan sepupu.

Mana dalilnya?

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالاتِكَ

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu. (QS. Al-Ahzab : 50).

Nah, didalam ayat ini jelas sekali disebutkan bahwa diperbolehkan secara mutlaq menikahi sepupu. Tidak ada satupun dalil dari Al-Qur'an dan Hadist yang melarang menikahi sepupu.

Bagaimana jika ada pendapat yang mengatakan tidak boleh? otomatis bertentangan dengan Al-Qur'an? sedangkan Al-Qur'an dasar hukum paling utama

Jika ada nash dari Al-Qur'an atau Hadist yang membolehkan atau melarang suatu perbuatan, maka dia tidak bisa dibatalkan kecuali dengan datangnya nash lain untuk membatalkan nya.

Adapun jika misalnya nash dari Al-Qur'an seperti diatas membolehkan menikahi sepupu, kemudian ada pendapat yang melarang karena ada mudorot nya. Maka pendapat ini batal karena adanya nash yang membolehkan nya. Sebab nash tidak bisa batal dengan pendapat manusia. Karena nash berasal dari Al-Qur'an merupakan dasar hukum nomor 1 di dalam Islam.

Sebuah qoidah Fiqih menyebutkan :

كُلُّ عِبَادَةٍ اِنْعَقَدَتْ بِدَلِيْلٍ شَرْعِيٍّ فَلاَ يَجُوْزُ إِبْطَالُهَا إِلاَّ بِدَلِيْلٍ شَرْعِيٍّ آخَرَ

Setiap ibadah yang dilaksanakan berdasarkan dalil syar'i tidak boleh dibatakan kecuali dengan dalil syar'i lainnya.

Jadi, jika ada dalil yang membolehkan,maka yang bisa membatalkan nya adalah jika ada dalil lainnya. Berarti status nya nanti ada naskh dan ada mansukh. Dan tentu saja dalil dari Al-Qur'an tidak bisa batal dengan pendapat manusia.

Ustadz, katanya menikah dengan sepupu itu boleh, tapi tidak baik karena berpotensi anaknya cacat. Benarkah?

Tidak benar. Karna tidak ada kecacatan atau mudorot yang timbul darinya dan belum terbukti. Maka dari itu hukumnya boleh.

Apa pengertian mubah (boleh)?

والمباح ما لا يثاب على فعله ولا يعاقب على تركه

Dan Mubah artinya suatu perbuatan yang tidak diberikan pahala jika dikerjakan,dan tidak diberikan hukuman jika ditinggalkan.

Mubah itu tanpa adanya cacat padanya. Artinya adalah jika sudah boleh, maka artinya tidak ada mudorot padanya jika dikerjakan.

Apabila ada mudorot ketika dikerjakan, maka hukum didalam fiqih bukan termasuk kedalam mubah tapi bisa kepada haram disebabkan mudorot.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain. (HR. Baihaqi Jilid 6 Hadist No. 69).

Tetap gak boleh ustadz, karena nanti juga akan berpotensi cacat.

Sekarang begini, kalo misalnya terjadi cacat kalo menikah dengan sepupu, lantas buat apa Islam membolehkan nya? dan Al-Qur'an yang membolehkan. Padahal Islam mencegah kemudorotan.

Buktinya qoidah ushul fiqh menyebutkan :

درء المفسدة مقدم على جلب المنفعة

Mencegah Bahaya (Kerusakan) lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Jadi, sama saja sia-sia kalo begitu Islam membolehkan nya. Sama saja menganggap bahwa Al-Qur'an atau syari'at Islam salah. Padahal hal itu diperbolehkan oleh Allah sebagaimana disebutkan didalam Ayat diatas.

Jika pendapat manusia mengatakan akan berpotensi cacat, berarti Al-Qur'an salah dong karna membolehkan nya? padahal Allah lebih mengetahui segala sesuatu. Sama saja menuduh bahwa Al-Qur'an tidak benar.

Allah berfirman :

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (QS. Al-Mulk : 14).

Didalam ayat ini Allah seolah olah mau mengatakan bahwa Jika Allah menciptakan sesuatu atau membolehkan sesuatu lantas apakah dia tidak tau hal itu bisa menimbulkan mudorot?

Tentunya tau. Karena tidak ada mudorot dalam menikahi sepupu lah makanya dibolehkan oleh Allah. Dan Didalam Islam menikahi sepupu adalah sesuatu yang diperbolehkan berdasarkan firman Allah diatas.

Maka dari itu, segala pendapat yang jelas-jelas bertentangan dengan syari'at Islam menjadi batal disebabkan ada nash dari Al-Qur'an yang membolehkan nya.

Sekarang, apakah sudah terbukti bahwa menikahi sepupu anaknya cacat?

Bahkan banyak yang menikahi sepupu anaknya cantik-cantik dan ganteng-ganteng serta normal.

Jika mempercayai pendapat manusia, sama saja mempercayai selain Allah karna tidak ada dalil satupun yang mengatakan cacat jika menikahi sepupu. Dan rusaklah tauhid seorang Muslim kalo begitu.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.