logo

Benarkah Air Hujan Bisa untuk Obat? Ini Penjelasan Ulama | Konsultasi Muslim




Banyaknya kaum muslimin yang menganggap bahwa air hujan bagian dari obat untuk menyembuhkan penyakit, hal itu diyakini atas dasar hadist bahwa baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  hujan-hujan ketika khutbah, sampai jenggotnya basah.

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhu berkata :

أَصَابَتْ النَّاسَ سَنَةٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَ الْمَالُ وَجَاعَ الْعِيَالُ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا أَنْ يَسْقِيَنَا قَالَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ وَمَا فِي السَّمَاءِ قَزَعَةٌ قَالَ فَثَارَ سَحَابٌ أَمْثَالُ الْجِبَالِ ثُمَّ لَمْ يَنْزِلْ عَنْ مِنْبَرِهِ حَتَّى رَأَيْتُ الْمَطَرَ يَتَحَادَرُ عَلَى لِحْيَتِهِ قَالَ فَمُطِرْنَا يَوْمَنَا ذَلِكَ وَفِي الْغَدِ وَمِنْ بَعْدِ الْغَدِ وَالَّذِي يَلِيهِ إِلَى الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى فَقَامَ ذَلِكَ الْأَعْرَابِيُّ أَوْ رَجُلٌ غَيْرُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَهَدَّمَ الْبِنَاءُ وَغَرِقَ الْمَالُ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا قَالَ فَمَا جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُشِيرُ بِيَدِهِ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنْ السَّمَاءِ إِلَّا تَفَرَّجَتْ حَتَّى صَارَتْ الْمَدِينَةُ فِي مِثْلِ الْجَوْبَةِ حَتَّى سَالَ الْوَادِي وَادِي قَنَاةَ شَهْرًا قَالَ فَلَمْ يَجِئْ أَحَدٌ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلَّا حَدَّثَ بِالْجَوْدِ

Manusia pernah terkena musibah paceklik kekeringan dizaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Pada hari Jum'at ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah, tiba-tiba seorang Arab badui berdiri dan berkata, Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo'alah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kita! Anas bin Malik berkata, Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdo'a dengan mengangkat kedua telapak tangannya. Dan saat itu tidak sedikitpun ada awan di langit. Anas bin Malik melanjutkan perkataannya, Maka awan seperti gunung bergerak. Beliau belum lagi turun dari mimbarnya hingga aku melihat air hujan membasahi jenggotnya. Maka pada hari itu kami mendapatkan hujan hingga esok harinya dan lusa, hingga hari Jum'at berikutnya. Pada hari Jum'at berikut itulah orang Arab badui tersebut, atau orang yang lain berdiri dan berkata, Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdo'alah kepada Allah untuk kami! Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangannya: 'ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA 'ALAINAA (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeling kami saja dan jangan sampai menimbulkan kerusakan kepada kami) '. Belum lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya ke langit, awan tersebut telah hilang. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau dan aliran-aliran air, bahkan tidak mendapatkan sinar matahari selama satu bulan. Anas bin Malik berkata, Tidak ada satupun orang yang datang dari segala pelosok kota kecuali akan menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat tersebut. (HR. Bukhari, Kitab Fathul Baari, hadist no. 1033).

Ibnu Rojab rohimahullah berkata didalam kitab Fathul Baari Li Ibni Rojab, jilid 9 halaman 233 :

وفي الإستدال بهذا الحديث على التمطر نظر، فإن معنى التمطر : أن يقصد المستسقي أو غيره الوقوف في المطر يصيبه، ولم يعلم أن النبي صلى الله عليه وسلم قصد الوقوف في ذلك اليوم على منبره حتى يصيبه المطر، فلعله إنما وقف لإتمام الخطبة خاصة

Dan hadist ini adalah bukti bahwa Rasulullah hujan-hujanan (ketika sedang berkhutbah), arti hujan-hujanan tersebut : Apakah Beliau bermaksud meminta air, atau selainnya ketika air hujan membasahinya. Dan tidak ada yang tau maksud Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tetap berdiri pada hari itu diatas mimbarnya, hingga air hujan membasahinya, dan mungkin beliau tetap berdiri khusus untuk menyempurnakan khutbahnya.

Artinya, tidak ada hadist secara khusus bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjadikan air hujan sebagai obat. Bisa jadi ketika itu Rasulullah hanya sekedar menganggap bahwa air hujan itu berkah, lalu beliau hujan-hujan sambil menyempurnakan khutbah beliau.

Di dalam hadist lain dari Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhuberkata :

أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ ، قَالَ : فَحَسَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ ، فَقُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا؟ قَالَ : لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

Kami pernah diguyur hujan, dan kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyingkap bajunya, sehingga hujan menimpa tubuhnya. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa engkau lakukan hal ini. Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam menjawab : "Karena air hujan ini baru saja Allah ciptakan." (HR. Muslim, kitab Syarhun Nawawi 'ala Muslim, Hadist No. 898).

Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan hadist ini di dalam kitab syarah Shahih Muslim, jilid 6 halaman 195 :

ومعناه أن المطر رحمة ، وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها . وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر

Dan maksud hadist ini adalah : "hujan itu adalah rahmat, dia adalah makhluk yang baru saja diciptakan Allah. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambil berkah darinya. Dan hadist ini adalah dalil atas pendapat ulama mazhab Syafi'i bahwa dianjurkan untuk menyingkapkan bagian-bagian yang bukan termasuk aurat pada awal turunnya hujan, agar air hujan membasahinya.

Nah, berdasarkan hadist dan pendapat ulama di atas bahwa tidak ada satupun yang mengatakan bahwa air hujan bisa dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit, kecuali ada dalil khusus yang menerangkan tentang itu.

Adapun jika air hujan itu termasuk rahmat dan berharap berkah dengan air hujan, maka memang dibenarkan oleh para ulama. Dan seseorang boleh melakukan hujan-hujanan misalnya untuk mencari berkah dari air hujan tersebut, atau istilah orang Indonesianya adalah mandi hujan.

Namun, tidak mengapa jika misalnya dia meminum air hujan tersebut hanya sekedar untuk mengambil berkah darinya. Ingat! Niatnya hanya sekedar untuk mengambil berkah, bukan untuk mengobati penyakit. Dan jika ada penyakit yang sembuh karena meminum air hujan, maka Alhamdulillah. Tapi jika menganggap air hujan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit, maka ini butuh dalil khusus yang menunjukkan bahwa air hujan bisa digunakan sebagai obat.

Di dalam kitab Fatawa no. 164231 disebutkan :

فمن حرص على التعرض للمطر والإصابة منه بالغسل أو الشرب تبركا به ، فلا بأس عليه ولا حرج .ولكن لا ينبغي نسبة الشفاء إلى هذا الماء إلا بدليل

Siapapun yang menginginkan diguyur hujan dengan mandi hujan atau meminumnya untuk mencari berkah, maka hukumnya boleh dan tidak berdosa. Dan akan tetapi, tidak seharusnya dia meyakini air hujan sebagai obat, kecuali ada dalil yang menerangkannya.

Oleha kerena itu, butuh pembuktian dari kedokteran untuk membuktikan bahwa air hujan bisa dijadikan obat. Dan selama ini belum ada penelitian kedokteran yang bisa membuktikan itu semua.

Kesimpulan :

1. Mengambil berkah dari air hujan dengan cara mandi hujan atau meminum airnya, maka hukumnya boleh.

2. Tidak dibenarkan meyakini air hujan sebagai obat, karena tidak ada dalil khusus yang menerangkannya. Dan tidak ada penelitian kedokteran yang membuktikan itu semua.

Jadi, boleh mengambil berkah, hanya saja tidak dibenarkan meyakininya sebagai obat dari penyakit.

Allah berfirman :

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Dan Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf : 9).

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.