logo

Amalan Yang Dicintai Allah Amalan Yang Sedikit, Tapi Rutin Dikerjakan | Konsultasi Muslim



Perlu diketahui, bahwa mengerjakan sesuatu tidak harus sekalian banyak, karena betapa banyak orang yang sekali mengerjakan sesuatu yang banyak, tapi pada akhirnya tidak konsisten dengan apa yang dia kerjakan tersebut. Dan tentunya akan membuat suatu pekerjaan itu menjadi terbengkalai. Karena manusia, ada masa-masa di mana dia tidak bersemangat dalam beribadah ataupun mengerjakan apapun.

Dan Rasulullah selalu mengingatkan agar tidak berlebihan dalam mengerjakan ibadah, karena manusia itu ada masa-masa semangat dan malasnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَةً وَلِكُلِّ شِرَةٍ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ شِرَتُهُ إِلَى سُنَّتِى فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

Sesungguhnya setiap amalan itu ada masa semangatnya dan adapula masa malasnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka dia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka sungguh dia akan binasa." (HR. Ahmad, hadist no. 188).

Namun Islam datang dengan berbagai macam solusi, ketika seorang muslim tidak mampu mengerjakan banyak ibadah atau banyak pekerjaan dalam satu waktu, maka baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengerjakan amalan yang sedikit, namun amalan yang sedikit itu dikerjakan secara rutin, dan tentunya istiqomah dalam mengerjakannya.

Dari Sa'ad bin Ibrahim, bahwa dia mendengar Abu Salamah, dia bercerita dari Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu 'anha berkata :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل أي العمل أحب إلى الله؟ قال : أدوامها وإن قل

Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya amalan apa yang paling dicintai disisi Allah? Maka Beliau menjawab : "Yaitu amalan yang dikerjakan secara terus-menerus (rutin), walaupun hanya sedikit." (HR. Muslim, hadist no. 782).

Biarlah amalan yang dikerjakan itu sedikit, tapi dikerjakan secara terus-menerus, daripada amalan yang banyak, tapi jarang dikerjakan, atau malah dikerjakan sekali kali. Apalagi tidak istiqomah dalam mengerjakannya.

Biarlah amalan tersebut sedikit, seperti misalnya mengerjakan shalat duha, biar hanya satu amalan, tapi dikerjakan setiap hari, dan disambung habis maghrib tilawah misalnya, atau jika tidak mampu dan sibuk, kerjakan satu persatu dahulu, perlahan tapi pasti. Daripada misalnya mengerjakan amalan yang banyak dalam satu waktu seperti shalat duha, baca Al-Qur'an, Baca Al-Ma'surat, baca ini dan itu. Tapi tidak istiqomah dalam mengerjakan itu semua. Ataupun hanya dikerjakan sekali-kali saja, tentunya lebih baik mengerjakan amalan yang sedikit dulu, tapi rutin dikerjakan setiap harinya.

Banyak orang dizaman sekarang ini yang maunya sekali jalan langsung banyak, namun dia lupa bahwa manusia ada masa-masa semangat dan malasnya. Loh ustadz, malas itu kan tidak baik, dan tidak boleh kita perturutkan. Betul sekali, akan tetapi itu sudah menjadi sifas manusia, sebagaimana juga lupa yang menjadi salah satu sifat manusia.

Allah berfirman :

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Bertakwalah pada Allah semampu kalian. (QS. At-Taghobun : 16).

Allah tidak akan memberatkan hamba-Nya dalam mengerjakan ibadah, atau dalam mengerjakan sesuatu. Namun terkadang manusia sendirilah yang memberatkan pekerjaannya. Artinya, kerjakanlah sesuatu sesuai dengan kemampuan, tapi jika tidak mampu, maka jangan paksa diri untuk mengerjakan pekerjaan yang banyak, karena pada akhirnya, akan membuat suatu pekerjaan menjadi terbengkalai.

Sebuah kata bijak pernah menyebutkan :

هلك امرء مالم يعرف قدره

Celakalah seseorang yang tidak mengetahui takaran dirinya.

Jika mampu mengerjakan sedikit, maka kerjakan sedikit dulu, tapi kerjakan secara rutin dan istiqomah dana mengerjakannya. Perlahan tapi pasti. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang sedikit, tapi dikerjakan secara terus menerus. Daripada mengerjakan banyak amalan atau pekerjaan, namun jarang sekali dilakukan, ataupun hanya dilakukan sekali-kali. Lakukanlah yang sedikit, tapi lakukan secara rutin. Biar sedikit, tapi pasti, jika sudah istiqomah, maka perlahan tambah lagi dengan amalan yang lain, artinya adalah semua yang kita kerjakan, tentunya sesuai dengan kemampuan diri kita masing-masing.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.