logo

Wanita Naik Ojek Online, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ..
Ustad ana mau nannya ..Ana sering menggunakan jasa ojek online ..terkadang ngobrol sama drivernya dan  duduknya  berdekatan kan ya Ustad ..Gimana si tanggapan menurut pandangan islam tentang hal ini ..
Mohon penjelasannya ya ustad ..

Dari : Fulanah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى   melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Allah berfirman :


وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


"Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal : 25)."

Di dalam ayat diatas, Allah memerintahkan kepada kita untuk menjauhi segala sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah.

Dan sebenarnya seorang perempuan naik ojek online, apalagi sering berbicara dengan driver-nya merupakan awal dari fitnah bagi lelaki dan perempuan tersebut. Maka dari itu, hendaklah seorang wanita tidak menaikinya. Kecuali dalam kondisi butuh yang menjadi darurat.

Karna terkadang kebutuhan bisa menjadi darurat, jika tidak ada yang mengantarnya.

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :


الحجة قد تنزل منزلة الضرورة

Kebutuhan (hajat) terkadang menempati posisi darurat.


Jadi, dalam kondisi misalnya seorang perempuan berangkat kuliyah setiap harinya, jauh dari orang tua, otomatis tidak ada yang mengantar. Kemudian dia menggunakan jasa ojek online, maka dalam keadaan seperti ini diperbolehkan karna kebutuhannya sudah menjadikannya darurat.

Dengan syarat : "Tidak melanggar batas-batas yang ditentukan dalam dalam syari'at Islam". Seperti ketika naik motor jangan memegang pundak atau bagian tubuh di lelaki tersebut. Karena bersentuhan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahrom di dalam Islam dilarang.

Rasulullah bersabda :


لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahromnya. (HR.Thobroni di dalam Mu'jam Al-Kabir, hadist no. 211)."


Kemudian berbicara seperlunya saja. Jika tidak ada keperluan maka jangan berbicara dengan lelaki tersebut, apalagi sampai nanya-nanya dan ngobrol panjang lebar. Itu semua awal dati fitnah.

Dan setan akan terus berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Maka dari itu hindari sesuatu yang dilarang seperti di atas, karena setan terkadang lebih mengetahui kelemahan manusia itu sendiri.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.