logo

Inilah Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan Shalat Taubat | Konsultasi Muslim



Shalat taubat salah satu ibadah yang disyari'atkan di dalam Islam. Hukum mengerjakannya adalah sunnah menurut para ulama. Dan shalat sunnah taubat ini dilakukan apabila seseorang bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa yang dia kerjakan dahulu.

Dasar disyari'atkannya shalat sunnah taubat adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu' dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua raka'at, dan kemudian dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 408).

Kita diperintahkan untuk selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).”(QS. At-Tahrim : 8).

Maka dari itu ketika seorang muslim mempunyai dosa, hendaklah dia segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Siapapun dia pasti tidak luput dari berbuat dosa.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 2499).

Bagaimana Tata Cara Shalat Taubat?

1. Berwudhu' dengan wudhu' yang sempurna.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua raka'at dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.” (HR. Muslim, hadist no. 234).

2. Shalat taubat dikerjakan 2 raka'at.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian dia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka'at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 406).

3. Tata caranya sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya seperti shalat sunnah tahiyyatul masjid, shalat sunnah rawatib (qobliyah atau ba'diyah).

4. Bacaannya pun sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya.

5. Tidak ada surat khusus yang dibaca ketika shalat sunnah taubat.

6. Memperbanyak istighfar setelah shalat.

7. Tidak ada lafadz istighfar khusus yang dibaca setelah shalat.

Kapan Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Taubat?

Pada hakikatnya, shalat taubat tidak bisa ditunda-tunda pengerjaannya karena hal ini menyangkut hubungan hamba dengan  sang penciptanya. Dan taubat haruslah segera dilalukukan agar hati menjadi tenang, dan kalaupun mati, maka matinya insyaAllah akan husnul khotimah karena mati setelah bertaubat kepada dari segala dosa-dosa yang dulu dia perbuat.

Dan shalat sunnah taubat harus segera dilaksanakan, kapanpun waktunya. Bahkan menurut Syekhul Islam Ibnu Taimiyah, bisa dilakukan sekalipun di waktu-waktu  yang dilarang untuk shalat.

Imam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya Majmu' Fatawa :

وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، إنتهى

Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka'at. Lalu dia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadist Abu Bakar As-Shiddiq, selesai. (Majmu' Fatawa, jilid 23 halaman 215).

Sekalipun misalnya dikerjakan sehabis Ashar, maka Imam Ibnu Taimiyah membolehkannya karena shalat taubat ini harus dilakukan dengan segera.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan shalat sunnah taubat

1. Hendaklah dia berniat bertaubat karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bukan karena makhluk ciptaan Allah.

2. Hendaklah dia ikhlas dalam bertaubat kepada Allah.

3. Menyesali segala perbuatannya yang telah lampau dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

4. Hendaklah dia khusyu' ketika melaksanakan shalat sunnah taubat.

5. Merendahkan diri dihadapan Allah ketika beribadah kepadanya. Karena Allah Maha Besar, sedangkan kita makhluk yang lemah dan penuh dengan dosa.

Jika poin-poin diatas dilakukan oleh seorang muslim, maka insyaAllah proses taubatnya akan dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Mudah-mudahan Allah memudahkan segala urusan kita. Aamiin Ya Allah Ya Robbal 'Aalamiin.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.