logo

Suami Tidak Menafkahi Istrinya, Ini Yang Boleh Dilakukan Istri | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz..

bagaimana  seorang suami tidak lagi menafkahi istrinya tetapi hubungan diantarnya baik" sajja tidak ada niat sedkit pun untuk berpisah, suaminya sebenarnya mampu menafkahinya segala kebutuhan sehari" nya istrilah yg nanggung  sih suami hanya menyiman uang hasil kerjanya dan klo sih istri minta nafkah harus ada bahasa pinjam baru suami ngasih. Dan  sih istrinya tidak pernah ada dendam dihati nya ya walaupun hanya sesekali kesal, 
mendapat pahala berlipat kah bagi sih istri tsb ???.. .

Dari : Nenty Rianty

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Islam itu agama yang adil terhadap pemeluknya, lebih-lebih didalam rumah tangga. Jika seorang suami diberikan hak thalaq (menceraikan), maka seorang istripun diberikan hak khulu' (meminta cerai) kepada suaminya ataupun diakukan kepada pengadilan.

Sebenarnya, asal hukum meminta cerai itu haram dengan syarat tidak ada alasan yang masuk akal. Seperti misalnya gara-gara miskin dia minta cerai, padahal suaminya sholeh. Ini dilarang di dalam Islam.

Namun, apabila si istri terpaksa melakukannya karena suaminya tidak mau taat kepada Allah, tidak memberi nafkah kepada istri dan anaknya dan tidak mau bertobat kepada Allah, maka sang istri boleh meminta cerai kepada suaminya ataupun mengajukan kepada pengadilan dalam keadaan seperti ini.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 1187).”

Yang dimaksud hadist ini adalah meminta cerai tanpa alasan yang jelas. Adapun dengan alasan seperti suaminya tidak mau bertobat, suka bermaksiat serta tidak memberi nafkah untuk istri dan anaknya, maka si istri boleh meminta cerai.

Ibnu Qudamah rohimahullah berkata di dalam kitab al-Mughni jilid 7 halaman 323 :

وجمله الأمر أن المرأة إذا كرهت زوجها لخلقه أو خلقه أو دينه أو كبره أو ضعفه أو نحو ذلك وخشيت أن لا تؤدي  حق الله في طاعته جاز لها أن تخالعه بعوض تفتدي به نفسها  منه

Dan kesimpulan masalah ini, bahwa seorang wanita jika membenci suaminya karena akhlaknya atau karena fisiknya atau karena agamanya, atau karena usianya yang sudah tua, atau karena dia lemah, atau alasan yang semisalnya, sementara dia khawatir tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati sang suami, maka boleh baginya untuk meminta khulu' (meminta cerai) kepada suaminya dengan memberikan biaya/ganti untuk melepaskan dirinya.

Syarat khulu' adalah sang istri harus memberikan mahar yang dulu diberikan suaminya. Itu dikembalikan kepada sang suami dan dia boleh meminta cerai. Tapi dikembalikan atau tidak tergantung kedua belah pihak. Mau maharnya dikembalikan, maka kembalikan. Kalo kata suami tidak usah, maka tidak usah dikembalikan. Tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Apakah si istri mendapatkan pahala yang berlipat karena kesabarannya? InsyaAllah akan Allah berikan pahala yang berlipat ganda.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.