logo

Shalat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam, Sah atau Tidak? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum. ustadz saya mau tanya.
Apakah sholat teraweh dikerjakan 4 rokaat 1 salam itu boleh ?? karna ditempat saya biasa dilakukan. bilangan seperti itu. dan witrnya pun 3 rokaat 1 salam.

Dari : Fauzan Arif Khubillah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Pada hakikatnya, menurut jumhur (mayoritas ulama) dari mazhab Syafi'i, Maliki dan Hambali mengatakan bahwa shalat tarawih dikerjakan 2 raka'at salam.

Dalilnya adalah Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

“Shalat malam adalah dua raka'at dua raka’at. (HR. Bukhari, hadist no. 990).”

Menurut Para Ulama diatas shalat tarawih termasuk shalat malam dan dikerjakan 2 Raka'at 1 salam.

Jadi menurut mazhab Syafi'i, jika shalat tarawih dikerjakan 4 raka'at 1 salam, maka shalatnya tidak sah.

Di dalam kitab al-Majmu' syarah al-Muhadzab jilid 4 halaman 32 disebutkan :

فَلَوْ صَلَّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِيمَةٍ لَمْ يَصِحَّ ذَكَرَهُ الْقَاضِى حُسَيْنٌ فِي فَتَاوِيهِ لِاَنَّهُ خِلَافُ الْمَشْرُوعِ


Apabila menjalankan shalat tarawih empat raka'at dengan sekali salam tidaklah sah sebagaimana dikemukakan oleh Qadhi Husain dalam fatwanya karena menyalahi ketentuan yang telah disyariatkan.

Karena menurut ulama mazhab Syafi'i shalat tarawih di syari'atkan dikerjakan 2 raka'at 1 salam sebagaimana didalam hadist diatas.

Adapun hadist yang diriwayatkan Aisyah yang menerangkan tentang Rasulullah shalat 4 raka'at salam, maksudnya adalah bahwa Rasulullah biasa tidur sebentar setelah mengerjakan 4 Raka'at shalat, kemudian beliau mengerjakan shalat lagi, kemudian beliau tidur lagi sebentar dan kemudian beliau mengerjakan shalat witir 3 raka'at. Begitu pengertian hadist yang diriwayatkan Aisyah menurut para ulama.

Lalu siapa yang mengerjakan shalat Tarawih 4 Raka'at Salam?

Yaitu mazhab Hanafi.

Imam al-Iraqi di dalam kitabnya Tharhu at-Tatsrib jilid 3 halaman 74 membawakan pendapat Abu Hanifah rohimahullah :

وقال أبو حنيفة الأفضل أن يصلي أربعا أربعا وإن شاء ركعتين وإن شاء ستا وإن شاء ثمانيا وتكره الزيادة على ذلك


Abu Hanifah mengatakan, yang afdhol shalatnya dikerjakan 4 raka'at 4 raka'at. Jika dia mau, boleh 2 raka'at. Jika dia mau, boleh 6 raka'at, dan jika dia mau, boleh 8 raka'at salam. Dan makruh lebih dari itu.

Dalilnya adalah dari Aisyah rodhiyallahu 'anha berkata :

مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah nambahi lebih dari 11 raka'at, baik didalam ramadhan maupun di luar ramadhan. Beliau shalat 4 raka'at, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian shalat lagi 4 raka'at, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 raka'at. (HR. Bukhari, hadist no. 3569).

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan hadist diatas, dan ulama mazhab Hanafi menafsirkan bahwa shalat tarawih yang afdhol itu dikerjakan 4 raka'at salam. Berbeda dengan pendapat jumhur (mayoritas ulama mazhab).

Dan sebagai seorang muslim hendaknya harus saling menghormati dalam hal ini, karena masing-masing ulama mazhab juga sama-sama memakai dalil yang shahih dalam berijtihad.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.