logo

Semua Musik Itu Haram? Benarkah? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :


Assalamu'alaikum ustadz,maaf mau bertanya bagaimana hukum tentang musik, karena jujur sy suka musik religi, tapi bingung katanya ada yg bilang boleh dan haram, mohon penjelasannya ustadz


Dari : Ama

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Benarkah semua musik itu haram?

Masalah musik, para ulama berbeda pendapat.


Ada Ulama yang mengharamkan musik secara mutlaq termasuk nasyid, yaitu ulama Arab Saudi dan banyak juga yang membolehkan dengan pengecualian.


Namun para ulama yang membolehkan nya ada 2 syarat :


1. Lirik syi'ir nya mengandung lafadz Allah dan menambah ketaatan kita kepada Allah


2. Tidak melalaikan kita dalam beribadah kepada Allah


Contoh : "Adzan Zuhur sudah masuk, namun kita lebih mementingkan musik daripada shalat. Ini yang di maksud melalaikan".


Siapa saja para ulama yang membolehkan musik dengan 2 syarat di atas?


Di antara nya adalah Imam Ibnu Hazm, Imam Ibnul 'Arabi, Imam Ibnu Thahir Al-Maqdisi ,Imam Al-Ghazali, Syekh Ali Ath-Thanthawi,Syekh Ahmad Syurbashi, Syekh Muhammad Al-Ghazali, Syekh Yusuf Al-Qorodhowi dan masih banyak ulama lainnya.


Loh ustadz, bagaimana dengan Hadist yang mengharamkan alat musik?


Rasulullah bersabda :


لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ


“Sungguh,benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik.” (HR. Bukhari).


Bagaimana dengan Hadist di atas ustadz?


Baiklah, perlu diketahui :


1. Di dalam ilmu ushul fiqh dan fiqih bahwa hukum tidak melekat pada alat, tapi hukum melekat pada perbuatan.


Qoidah ushul fiqh nya seperti ini :


الوَسِيْلَةُ لَهَا أَحْكَامُ المَقَاصِدِ


Hukum wasilah tergantung pada tujuan-tujuan nya.


Contoh : "Pisau". Ada gak hukumnya?


Tidak ada. Dan pada dasarnya nya alat itu tidak ada Hukumnya. Akan tetapi jika pisau digunakan untuk kebaikan atau keburukan, barulah timbul hukum darinya. Seperti : "Untuk memotong sayuran". Maka boleh. Untuk membunuh : "Haram hukumnya". Begitu juga halnya alat musik. Tidak ada hukumnya kecuali setelah digunakan. Untuk kebaikan ataupun keburukan.

Karena Alat musik selalu mengiringi lirik syi'ir.


2. Para ulama memandang Hadist di atas dalil aam (umum). Dan dalil umum tidak bisa dikhususkan. Belum jelas yang diharamkan itu musik seperti apa.

Di dalam kitab al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah disebutkan :


نص بعض الفقهاء على أن ما حرم من المعازف وآلات اللهو لم يحرم لعينه وإنما لعلة أخرى: فقال ابن عابدين: آلة اللهو ليست محرمة لعينها بل لقصد اللهو منها، إما من سامعها أو من المشتغل بها، ألا ترى أن ضرب تلك الآلة حل تارة وحرم أخرى باختلاف النية؟ والأمور بمقاصدها


Perkataan sebagian ahli fiqih, bahwa keharaman alat-alat musik dan permainan itu bukan karena bendanya yang haram, tetapi karena adanya 'ilat (sebab) yang lain. Ibnu 'Abidin berkata : "Alat-alat permainan itu bukanlah haram semata-mata permainannya, tetapi jika karenanya terjadi kelalaian baik bagi pendengar atau orang yang memainkannya, bukankah Anda sendiri menyaksikan bahwa memukul alat-alat tersebut kadang dihalalkan dan kadang diharamkan pada keadaan lain karena perbedaan niatnya? Menilai perkara-perkara itu tergantung maksud-maksudnya. (al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, jilid 38 halaman 169).

Para ulama mengatakan yang dilarang itu adalah Jika musik tersebut sampai melalaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Contoh : "Adzan Zuhur sudah masuk, namun dia lebih mementingkan mendengar musik dari pada menjawab panggilan shalat. Nah, ini baru bisa menjadi haram".

Kesimpulan yang dibuat Syekh Yusuf Al-Qorodowi :


1. Jika lirik syi'ir-nya mengandung lafadz Allah dan mengajak ketaatan kepada Allah, maka hukumnya mubah (boleh) termasuk musik yang mengiringinya.


Contoh : "Lagu Maherzain, sholawatan dan sebagainya".


2. Apabila lirik syi'ir-nya tidak mengandung lafadz Allah dan jauh sekali untuk menambah ketaatan dan isinya maksiat, maka hukumnya haram.


Contoh : "Lagu cinta satu malam,keong racun,dan sebagainya".


Dan betapa banyak di barat sana, orang kafir mengenal Islam melalui lagu Maherzain.


Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.