logo

Selesai Mandi Wajib Tapi Darah Keluar Lagi, Apakah Mandi Wajib lagi? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz..

saya mau bertanya... jika sedang haid terus udh habis dan saya mandi wajib nih, bsok nya keluar lagi darah nya gmna itu tadz apa harus mandi wajib lgi???

Dari : Nanda Habibah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Bagi wanita, ada 2 darah yang keluar darinya yaitu darah haid yang dialami wanita setiap bulannya dan ada darah istihadoh (penyakit).

Darah haid apabila dialami wanita, maka tidak boleh shalat, puasa, jima', membaca Al-Qur'an, thawaf dan sebagainya.

Di dalam kitab tafsir Rowai'ul Bayaan Ayat Ahkaam, jilid 1 halaman 283 Syekh Ali as-Shobuni rohimahullah berkata :

اتفق العلماء على أن المرأة الحائض يحرم عليها الصلاة، و الصيام، و الطواف، و دخول المسجد، و مس المصحف،و قراءة القرآن، و لا يحل لزوجها أن يقربها حتى تطهر

Para ulama mazhab yang 4 sepakat bahwa wanita haid diharamkan atasnya : "Shalat, Puasa, Thawaf, Masuk Masjid, Menyentuh Al-Qur'an, Membaca Al-Qur'an, dan Jima' (Bersetubuh) dengan istri nya tersebut".

Sedangkan darah istihadoh itu adalah darah penyakit. Dan hukumnya beda dengan darah haid.

Contoh :

Kebiasaan antum haid setiap bulannya adalah 7 hari.

Nah, di dalam sebuah qoidah fiqih disebutkan :

العادات محكمات

Kebiasaan itu bisa menjadi suatu landasan hukum

Artinya adalah jika memang kebiasaan antum haid cuma 7 hari setiap bulannya, misal dihari ke 7 darahnya sudah kering dan antum mandi junub.

Namun di hari ke 8 keluar lagi darahnya, maka ini dinamakan darah istihadoh (penyakit). Atau setelah mandi junub keluar darah lagi, tunggu sampai besoknya. Apabila besoknya masih mengalir berarti itu darah istihadoh karena melebihi masa haid antum.

Bagaimana cara menangani darah istihadoh?

Kalo darah istihadoh, antum cukup mencuci darahnya, kemudian antum shalat dan kerjakan ibadah lainnya seperti biasa.

Dasarnya adalah hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

يَا رَسُوْلَ الله إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُر أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ؟ قَالَ: لاَ، إِنَّ ذَلَكَ عِرْقٌ، وَلَكِنْ دَعِي الصَّلاَةَ قَدْرَ الأَيَّامِ الَّتِيْ كُنْتَ تَحِيْضِيْنَ فِيْهَا ثُمَّ اغْتَسِلِيْ وَصَلِّيْ

“Ya Rasulullah, sungguh aku mengalami istihadoh maka tidak pernah suci, apakah aku meninggalkan shalat? Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab : Tidak, itu adalah darah penyakit. Namun tinggalkan shalat sebanyak hari yang biasanya kamu haid sebelum itu, kemudian mandilah dan lakukan shalat. (HR.Bukhari).”

Maka yang pertama harus diperhatikan di sini adalah berapa lama masa haid antum dan cocokkan dengan darah yang keluar seperti diatas.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.