logo

Pentingnya Mengajarkan Tauhid Kepada Anak Sejak Kecil | Konsultasi Muslim



Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

“Wahai manusia, beribadahlah kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allâh, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 21-22).

Tidak diragukan lagi bahwa ilmu yang wajib diajarkan kepada anak pertama kali adalah ilmu tauhid. Karena dengan ilmu tauhid dia bisa membedakan mana yang wajib dia yakini, mana yang tidak. Dan ilmu tauhid harus diajarkan dan ditanamkan pada anak semenjak kecil, agar ketika dia diajarkan ilmu tauhid, dia tau siapa Tuhannya dan siapa yang berhak dia sembah, sehingga jika ilmu tauhidnya kokoh dari kecil, maka insyaAllah tidak merusak aqidahnya ketika sudah dewasa.

Banyak kaum muslimin yang terkadang menganggap remeh ilmu tauhid, sehingga tidak mengajarkan anakanya ilmu tauhid di waktu kecil, karena dia menganggap bahwa itu semua tidak penting dan tidak memperhatikannya, akibatnya anaknya jauh dari beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Padahal Allah memperingatkan bahwa tujuan manusia diciptakan untuk menyembah-Nya.

Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat : 56).

Oleh sebab itu, tugas orang tua pertama kali adalah mengenalkan kepada anak tentang ilmu tauhid, siapa Tuhan yang berhak disembah, apa ibadah yang harus dilaksanakan dan mengajaknya untuk latihan mengerjakan amal sholeh dan segala sesuatu yang bisa mendekatkan diri kepada sang pencipta. Teori semacam inilah yang sekarang banyak diabaikan oleh kebanyakan kaum muslimin, sehingga setelah dewasa sekalipun anaknya banyak tidak mengetahui tentang ilmu tauhid dan berdampak kepada rusaknya akidah anak tersebut, padahal ilmu tauhid juga untuk memperkuat akidah seorang muslim.

Imam Juned al-Baghdadi rohimahullah berkata :

التوحيد إفراد القديم من المحدث

Tauhid adalah mengesakan Allah yang qadim (terdahulu) dari menyerupai makhluk

Ilmu tauhid mengesakan Allah, jadi ilmu tauhid harus diajarkan kepada anak sebelum mengajarkan ilmu-ilmu lainnya. Karena jika ilmu tauhid belum diajarkan, sementara ilmu selain tauhid sudah diajarkan, maka dia akan lebih mengenal tentang yang lainnya dibandingkan penciptanya sendiri. Dan hal ini tidaklah tepat.

Oleh sebab itu bagi orang tua, hendaknya mempersiapkan diri sebelum menikah dengan bekal ilmu agama, belajar ilmu agama, agar nanti ketika sudah punya anak, dia tau apa yang harus dia lakukan pertama kali dan apa yang harus dia ajarkan pertama kali kepada anak-anaknya.

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

“Aku diperintah untuk memerang manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan yang demikian, terpeliharalah dariku darah serta harta mereka, melainkan dengan hak Islam. Sedangkan perhitungan mereka diserahkan kepada Allah.” (HR. Bukhari, hadist no. 25).

Jika ilmu tauhid seorang muslim kokoh, maka insyaAllah sekuat apapun badai yang menerpa dia akan tetap kokoh, akan tetapi jika ilmu tauhidnya lemah, selembut apapun air yang datang menerpa, dia akan roboh dengan sendirinya seperti sebuah istana yang dibuat dari pasir ditepi pantai. Sepertinya istana tersebut berdiri kokoh, namun saat diterpa gelombang yang tidak terlalu deras pun dia akan roboh dengan sendirinya. Kenapa? Karena pondasinya tidak kuat. Begitu juga dengan ilmu tauhid, jika ilmu tauhidnya kokoh, maka tidak akan mudah dikacaukan dengan keyakinan apapun. Namun jika ilmu tauhidnya lemah, maka dia akan bisa digiring kemanapun dan akan membenarkan hal tersebut, padahal belum tentu didalam Islam apa yang dia kerjakan dibenarkan. Dan boleh jadi apa yang dia lakukan itu melanggar syari’at Islam dan dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh sebab itu, ajarilah ilmu tauhid kepada anak semenjak kecil, mengenalkan penciptanya, mengajaknya beribadah serta mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk, agar kelak dia tidak tersesat dijalan yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.