logo

Hukum Penjual Mengupload Foto Testimoni Customer Yang Tidak Menutup Aurat, Halalkah Gajinya? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan:

Assalamualaikum ust, izin bertanya, gimana hukumnya jual online yang mengupload foto testimoni customernya yang menutup aurat ataupun yang tak menutup aurat,..sering aku jumpai yang diupload d sosmed yang tak menutup aurat, itu gimana???lalu gimana dengan uang yg dihasilkannya.??

Dari : Nenty Rianty

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.

Dan apabila ada foto seseorang yang tidak menutup auratnya dan membiarkan fotonya itu dilihat oleh orang lain, maka akan menjadi dosa jariyah baginya. Jika selama ini dikenal sedekah jariyah, yaitu sedekah yang pahalanya  mengalir sekalipun orang yang bersangkutan sudah meninggal dunia, begitu juga dengan dosa jariyah, jika foto membuka uratnya tersebut tidak dihapus, dan dia mati sebelum menghapusnya, maka dia akan mendapatkan dosa jariyah, selama orang tersebut melihatnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

سَيَكُونُ آخِرُ أُمَّتِي نِسَاءً كَاسِيَاتٍ عَارِيَاتٍ عَلَى رُؤُسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ، الْعَنُوهُنَّ فَإِنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ
"Akan ada di akhir umatku, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, di kepala mereka ada seperti punuk unta, laknatlah mereka karena mereka itu terlaknat. (HR. At-Tabrani, hadist no. 1125)."
Dan jika dia memajang fotonya di internet sebagai penjual online misalnya, maka itu termasuk memamerkan auratnya ditempat umum, maka dia berdosa.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ
"Seluruh umatku diampuni dosanya, kecuali orang yang pamer dalam melakukannya. (HR. Bukhari, hadist no. 6069)."
Lalu bagaimana jika wanita tersebut mengupload foto yang menutup auratnya? bolehkah?

Hukum asalnya boleh-boleh saja, selama foto tersebut tidak menimbulkan fitnah. Hanya saja untuk kehati-hatian tidak di uoload, karena setiap mata berbeda dalam memandang nya. Terlebih para lelaki yang memandangnya. Maka sebelum itu terjadi, hendaklah tidak mengupload nya.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :
درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Lalu bagaimana uang yang dihasilkan dari jualan online?

Gaji dari jual beli mengikuti kepada pekerjaannya. Jika pekerjaannya halal, maka otomatis gajinya halal, dan jika pekerjaannya tersebut haram, maka uang gajinya tersebut haram pula.

Dan jual beli online hukumnya boleh, selama memenuhi syarat dengan ketentuan yang ditetapkan didalam Islam, seperti misalnya barangnya tesebut harus jelas dan harus ada, dan dinampakkan (dilihatkan) kepada pembeli, seperti beberapa toko online yang kita ketahui. Dan hukumnya boleh.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :
الأصل في الأشياء الإباحة
Asal hukum segala sesuatu (perkara mu'amalah) adalah boleh
Dan jual beli online termasuk salah satu yang dibolehkan, selama syarat san ketentuannya di penuhi seperti yang disebutkan diatas.

Tapi ustadz, dia tidak menutup aurat, apakah gajinya masih halal?

Tidak ada sangkut pautnya antara halalnya gaji dengan orang yang menjual. Sekalipun wanita tersebut tidak menutup aurat, tapi menjalankan amanah, artinya dia amanah dalam berjualan dan tidak menipu, maka uang gaji yang didapat dari hasil berjualan online itu halal, karena pekerjaannya tersebut juga halal.

Namun, apakah uang gajinya tersebut barokah atau tidak?

Nah disini letak permasalahannya. Meskipun uang gajinya halal, tidak lantas bisa dikatakan barokah. Kenapa? Karena foto yang dia dipajang di media sosial, dan fotonya tersebut membuka aurat. Dan dia mendapat dosa dari fotonya tersebut bukan dari jualannya. Adapun jualannya halal, hanya saja dia mendapat dosa dari fotonya tersebut, dan boleh jadi uang gajinya tidak barokah. Maka berhati-hatilah dari hal semacam ini.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.