logo

Pengertian Ila' dan Kafaratnya | Konsultasi Muslim



Apa itu Ila'?

Di dalam kitab fiqih Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid jilid 2 halaman 165 disebutkan :

والإيلاء : هو أن يحلف الرجل ألا يطأ زوجته، إما مدة هي أكثر من أربعة أشهر

Ila' adalah Sumpah si Suami untuk tidak mencampuri istrinya dalam masa lebih dari 4 bulan atau tidak menyebutkan waktunya.

Contoh: "Aku bersumpah demi Allah tidak akan menjima' kamu."

Ataupun dengan lafadz selain itu seperti: "Demi Allah kamu tidak akan aku sentuh." Maksud tidak disentuh di sini adalah tidak menjima' istri tersebut.

Allah berfirman :

لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Kepada orang-orang yang meng ila' istrinya diberi tangguh 4 bulan lamanya. Kemudian jika mereka kembali kepada istrinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqoroh : 226).”

Nah, jika telah sampai 4 bulan lamanya maka para ulama mengatakan seorang suami wajib menentukan antara 2 perkara :

فإما فاء وإما طلق

Dia memilih antara kembali kepada istrinya atau dia ceraikan istri nya itu.

Kaffaroh ila' :

Jika dia kembali kepada istrinya setelah atau sebelum 4 Bulan, maka hendaklah dia membayar kaffaroh terlebih dahulu.

Apa kaffaroh ila'?

Di dalam kitab fiqih Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid jilid 2 halaman 167 disebutkan :

و الشافعي يشبه الإيلاء بيمين الكفارة

Dan imam Syafi'i menyamakan ila' dengan kaffaroh sumpah.

Apa kaffaroh sumpah?

1. Memberi makan 10 fakir miskin
2. Memberi pakaian 10 fakir miskin
3. Memerdekakan 1 orang budak.
4. Berpuasa 3 hari berturut turut

Allah berfirman :

فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Maka kaffaroh (melanggar) sumpah itu adalah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffarahnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarah sumpah-sumpah mu bila kamu bersumpah dan kamu langgar. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumnya agar kamu bersyukur kepadanya. (QS. Al-Maidah : 89).”

Maka dari itu seorang suami hendaklah tidak bermudah-mudah dalam mengucapkan kata-kata. Lebih-lebih kata sumpah yang pada akhirnya harus membayar kaffaroh nya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.