logo

Hukum Ruqyah dan Tenaga Dalam Menurut Islam | Konsultasi Muslim



Banyak sekali terkadang di antara kaum muslimin yang tertipu tentang pengobatan yang dilakukan sebagian orang. Memang terkadang orang yang mengobati tersebut berpenampilan layaknya seorang ustadz dan kiyai, namun metode yang dia gunakan untuk menyembuhkan seperti kesurupan tidak lah sesuai dengan syari'at Islam.


Macam-macam metode pengobatan :


1. Ruqiyah


A. Hukum ruqiyah


Ruqiyah hukumnya mubah (boleh) menurut para ulama.


Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Muslim :


وَقَدْ نَقَلُوا بِالْإِجْمَاعِ عَلَى جَوَاز الرُّقَى بِالْآيَاتِ ، وَأَذْكَار اللَّه تَعَالَى


Dan sungguh telah dinukil adanya ijma' bolehnya ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat dzikrullah Ta'ala. (Syarah Shahih Muslim, jilid 7 halaman 325).

B. Syarat bolehnya ruqiyah


Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahullah berkata di dalam kitabnya Fathul Baari :


وَقَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاء عَلَى جَوَاز الرُّقَى عِنْد اِجْتِمَاع ثَلَاثَة شُرُوط : أَنْ يَكُون بِكَلَامِ اللَّه تَعَالَى أَوْ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاته ، وَبِاللِّسَانِ الْعَرَبِيّ أَوْ بِمَا يُعْرَف مَعْنَاهُ مِنْ غَيْره ، وَأَنْ يَعْتَقِد أَنَّ الرُّقْيَة لَا تُؤْثَر بِذَاتِهَا بَلْ بِذَاتِ اللَّه تَعَالَى


Dan sungguh para ulama telah bersepakat tentang bolehnya ruqyah jika memenuhi tiga syarat :


1. Menggunakan firman Allah Ta'ala atau dengan asma dan sifat-sifat-Nya.


2. Dengan lisan bahasa Arab atau dengan bahasa yang bisa diketahui maknanya  selain bahasa Arab.


3. Meyakini bahwa ruqyah tidak mmberikan pengaruh dengan zatnya sendiri, tetapi Allah Ta'ala yang memberikan pengaruhnya. (Fathul Baari, jilid 10 halaman 195).

C. Dalil yang membolehkan Ruqiyah


Dari Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu 'anha berkata :


أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ عَنْهُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا


“Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila sakit, beliau membacakan untuk dirinya Al-mu'awwidzaat (bacaan-bacaan untuk memohon perlindungan kepada Allah) dan meniup dengan sedikit ludah, maka tatkala sakitnya semakin keras akulah yang membacakan untuk beliau dan aku mengusap diri beliau dengan tangan beliau sendiri karena mengharap (kepada Allah) adanya keberkahan tangan beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Allah berfirman :


وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr : 7).


Metode ruqiyah adalah salah satu yang diperbolehkan ulama, baik untuk mengobati sengatan hewan, untuk mengobati penyakit dan bahkan untuk menangkal pelet, santet, serta mengeluarkan jin dari orang yang kesurupan sekalipun.


2. Metode selain ruqiyah


A. Melalui dukun


Biasanya, dukun dalam mengobati orang yang kesurupan, yang dia baca tidak jelas dan bukanlah berasal dari Al-Qur'an dan Hadist, dan juga tidak diketahui artinya. Dan pengobatan semacam ini hukumnya haram karena tidak berasal dari Al-Qur'an dan Hadist serta tidak diketahui arti maupun lafadznya. Dan ini bisa jatuh kepada kesyirikan. Dan seorang muslim harus meninggalkannya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ


“Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan pelet adalah syirik.” (HR. Abu Daud, hadist no. 3883).


Sesuatu yang bukan dari Al-Qur'an dan Hadist, maka tidak diperbolehkan oleh ulama. Apalagi dukun, biasanya dukun itu bersekutu dengan jin. Dalam artian yang dimaksud disini adalah dukun yang bisa pelet, santet, jampi-jampi dan sebagainya. Biasanya memakai jasa jin, dan hal ini sudah kelas kesyirikan yang nyata. Dan sebagai seorang muslim haram hukumnya mendatangi dukun.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ


“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu dia membenarkannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Qur'an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad, hadist no. 9532).


Dan orang yang mendatangi dukun berarti telah menduakan Allah dan dia harus bertobat kepada Allah, jika tidak bertobat sebelum meninggal dunia, maka dia kekal di dalam neraka selama-lamanya karena telah menduakan Allah dan percaya kepada selain Allah.


Allah berfirman :


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa' : 48).


Dan cara pengobatan ke dukun hukumnya haram dan dia harus bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


B. Dengan tenaga dalam


Orang yang mengobati dengan tenaga dalam biasanya juga memakai jasa jin dalam menyembuhkan, dan metode ini juga tidak diperbolehkan didalam Islam karena bekerja sama dengan jin. Sedangkan bekerja sama dengan jin sama saja tidak percaya kepada Allah dan sama saja menduakan Allah. Dan juga termasuk kesyirikan.


Allah berfirman :


وَّاَنَّه كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ


“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS. Al-Jin : 6).


Dan metode seperti juga tidak dibolehkan di dalam Islam karena sama saja tidak percaya kepada Allah dan bersekutu dengan jin. Hukumnya haram dan hendaklah seorang muslim meninggalkan perbuatan seperti ini dan jangan mendatangi orang seperti ini karena sama saja dengan mendatangi dukun sebagaimana yang dijelaskan di atas.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.