logo

Hukum Menabrak Kucing Menurut Islam, Bisa Bikin Celaka? Benarkah? | Konsultasi Muslim




Banyak di antara kaum muslimin di Indonesia yang masih mempercayai hal-hal mitos, di mana hal itu tidak berdasar sama sekali dari Al-Qur'an maupun Hadist baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Terutama mitos ketika menabrak kucing, maka bisa mencelakakan diri sendiri. Tapi setelah di kubur akan berkurang celaka yang datang kepada kita.


Benarkah hal ini semua?


Memang, pads hakikatnya kucing termasuk hewan yang tidak boleh dibunuh dan di dalam Islam kucing adalah salah satu hewan yang dilindungi. Bahkan orang yang mengazabnya akan mendapat azab dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana dulu seorang wanita mengazab kucing sampai mati, lalu wanita tersebut juga di azab karena telah mengazab kucing tersebut.


Dari Ibnu Umar rodhiyallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِى هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ ، لاَ هِىَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا ، وَلاَ هِىَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ


“Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (HR. Bukhari, hadist no. 2365).


Maka jangan pernah mengazab kucing sewaktu di dunia, karena di akhirat nanti semua itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Bagaimana jika tidak sengaja menabrak kucing? berdosakah?


Di dalam Al-Qur’an disebutkan, Allah berfirman :


وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا


“Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak sengaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. Al-Ahzab : 5).


Jika tidak sengaja menabraknya, maka Allah memaafkan kesalahan tersebut. Akan tetapi sebagai seorang muslim, hendaklah menguburkannya di tempat yang layak untuk memuliakan binatang yang juga dimuliakan di dalam Islam.


Benarkah menabraknya bisa mendatangkan kemudorotan bagi yang menabraknya?


Tidak ada satupun dalilnya dari Al-Qur'an maupun Hadist baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang menerangkan tentang seorang muslim bisa celaka apabila menabrak kucing.


Ini semua mitos yang tidak ada dasarnya sama sekali. Ini hanya kepercayaan yang turun-temurun dari nenek moyang kita terdahulu yang mungkin maksudnya agar kucing yang ditabrak itu segera dikuburkan, bukan malah ditinggal begitu saja. Tapi orang-orang setelah nya saja yang mungkin salah mengartikan hal ini. Yang mungkin maksud orang-orang tua dulu begitu. Allahu a'lam, kita hanya bisa berhusnudzon kepada orang-orang tua kita terdahulu.


Tidak ada yang bisa mendatangkan kemudorotan di alam semesta ini kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan semesta alam.


Allah berfirman :


قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ


“Katakanlah : Aku tidak berkuasa menarik kemanfa'atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudhorotan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Araf : 188).


Ingatlah, bahwa percaya kepada sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat dan mudorot, maka bisa berubah menjadi kesyirikan karena percaya kepada selain Allah dan dia bisa mendatangkan manfaat dan mudorot, padahal yang bisa mendatangkan manfaat dan mudorot hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Dan hal ini tentunya akan merusak aqidah kaum muslimin. Dan ini tentunya pekerjaan setan dalam menyesatkan manusia. Jika dia percaya kepada mitos menabrak kucing tersebut, maka setan akan berusaha mewujudkan bahwa mudorot itu benar-benar terjadi kepada dirinya, akhirnya dia percaya bahwa menabrak kucing bisa mendatangkan kemudorotan, akhirnya rusak lah aqidah kaum muslimin. Padahal itu semua tipu daya setan untuk menyesatkan manusia.


Didalam Al-Qur'an diterangkan bahwa iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Allah berfirman :


قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ . ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ


“Iblis berkata : Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at).” (QS. Al-A'raf : 16 – 17).


Jadi, jangan pernah percaya kepada mitos seperti di atas. Karena itu semua tidaklah benar di dalam Islam. Apalagi jika misalnya menganggap hari-harinya sial setelah menabrak kucing tersebut, maka ini juga dilarang di dalam Islam dan ini termasuk kepada thiyaroh. Yaitu dia menganggap sial karena sesuatu yang menimpanya. Dan ini juga bisa termasuk kesyirikan. Apalagi misalnya dia terkena musibah, lalu dia menganggap itu sebagai bentuk kesialan karena telah menabrak kucing sebelumnya. Maka ini termasuk kepada kesyirikan.


Dari Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan hadist secara marfu' dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :


الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاَثًا. وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ


“Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan. Beliau menyebutnya sampai tiga kali. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata : Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya. Namun Allah-lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakkal.” (HR. Abu Daud, hadist no. 3910).


Mari kita jauhi mitos-mitos yang tidak ada dasarnya sama sekali di dalam Islam dan mari selamatkan aqidah kaum muslimin, baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa dari keyakinan-keyakinan yang tidak diperbolehkan di dalam Islam.


Menyayangi hewan itu harus sebagaimana menyayangi makhluk Allah yang lainnya, terutama kucing yang dilindungi dan tidak boleh di bunuh di dalam Islam. Akan tetapi jangan sampai meyakini sesuatu yang tidak diperbolehkan di dalam Islam.


Semoga bermanfaat.

  
Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.