logo

Menyimpan Tali Pusar Bisa Menyembuhkan Anak Rewel? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu alaikum ustadz...

Bagaimana hukumnya kita menyimpan tali pusat bayi yg katanya bisa untuk menyembuhkan anak rewel atau sakit perut...dan ada juga yg bilang bisa buat akur antar saudara nya kalau saling minum air redaman tali pusat tersebut....
Kita bukan nya mengkodamkan atau mengagungkan....hanya sebatas peranta kyk obat....

Syukron katsiron atas jawabannya.

Dari : Eddy Saputra

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Ketika tali pusar disimpan, maka tidak ada satupun hadist yang menyatakan bahwa menyimpannya bisa menimbulkan manfaat dan mudorot bagi anaknya.

Malah sebagian ulama memerintahkan untuk menguburnya sebagai tanda penghormatan, karena tali pusar termasuk bagian tubuh manusia.

Di dalam kitab Nihayatul Muhtaj disebutkan :

وَيُسَنُّ دَفْنُ مَا انْفَصَلَ مِنْ حَيٍّ لَمْ يَمُتْ حَالًا أَوْ مِمَّنْ شُكَّ فِي مَوْتِهِ كَيَدِ سَارِقٍوَظُفْرٍ وَشَعْرٍ وَعَلَقَةٍ، وَدَمِ نَحْوِ فَصْدٍ إكْرَامًا لِصَاحِبِهَا

Dan disunnahkan untuk menguburkan bagian yang sudah yang terpisah dari orang hidup yang tidak mati seketika atau bagian tubuh yang terpisah dari orang yang diragukan kematiannya, seperti potongan tangan pencuri, kuku, rambut, dan segumpal darah serta darah yang keluar dari semacam bekam, sebagai bentuk penghormatan bagi pemilik potongan tubuh tersebut. (Nihayatul Muhtaj, jilid 2 halaman 495).

Adapun menganggap bahwa tali pusar bayi bisa menyembuhkan anak rewel atau sakit perut, dan juga bisa membuat akur sesama saudara jika meminum air redaman tali pusar tersebut, maka ini adalah keyakinan yang batil dan tidak ada dasarnya sama sekali di dalam Islam.

Tidak ada satu hadistpun yang menerangkan tentang manfaat tali pusar jika disimpan. Jangankan hadist shahih, sampai hadist maudu' (palsu) sekalipun tidak akan ditemukan didalam kitab hadist manapun.

Dan juga tidak ada yang bisa mendatangkan manfaat dan mudorot kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah : Aku tidak berkuasa menarik kemanfa'atan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Araf : 188).

Ustadz, kan hanya sebatas perantara seperti obat saja. Bolehkah?

Selama tidak ada dalil yang menerangkan bahwa tali pusar itu obat, maka janganlah gunakan sebagai obat.

Bagaimana misalnya itu temuan dari dokter ustadz yang mengatakan tali pusar bayi bisa untuk menyembuhkan?

Nyatanya sampai saat sekarang ini tidak ada satupun yang terbukti dari temuan para dokter tersebut.

Dan hal itu juga tidak bisa dipertanggung jawabkan. Dan sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah, hendaklah kita menggunakan obat yang pasti-pasti saja. Yaitu obat yang memang sudah pasti kegunaannya.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.