logo

Doa Tidak Dikabulkan Allah, Ini Yang Harus Dilakukan di dalam Islam | Konsultasi Muslim



Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu memerintahkan kepada hambanya agar berdo'a kepadanya, karena dialah yang Maha Mengabulkan do'a.

Allah berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman : Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS. Ghafir : 60).

Tapi ada yang perlu di ingat, bahwa ketika kita berdo'a kepada Allah, tidak lantas kita menuntut Allah agar mengabulkan do'a kita, hanya saja kita berharap kepada Allah mudah-mudahan Allah mengabulkan do'a kita.

Allah berfirman :

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى. وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى.ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاء الْأَوْفَى

Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. (QS. An-Najm : 39-41).

Jadi, Allah akan membalas sesuai dengan apa yang antum kerjakan. Bagaimana mungkin antum menuntut do'a dikabulkan oleh Allah sedangkan antum tidak menjalankan perintah-perintah Allah?

Dan yang perlu diketahui adalah bahwa Allah maha mengetahui yang terbaik bagi hambanya. Jika Allah tidak mengabulkan sewaktu didunia, maka boleh jadi Allah mengabulkan untuk mu di akhirat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لا يَزَالُ يُسْتَجابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بإثم أو قَطِيعَةِ رَحِمٍ ما لم يستعجلْ ، قيل : يا رَسول الله ، ما الاستعجال ؟ قال : يقول : قد دعوتُ ، وقد دَعَوتُ فلم أرَ يستجيب لي ، فَيَسْتَحْسِرُ عند ذلك ، ويَدَعُ الدعاءَ

Tidak hentinya doa seorang hamba akan dikabulkan, selama bukan do'a yang mengandung maksiat atau memutus silaturahim, dan do'a yang tidak tergesa-gesa. Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apa yang dimaksung tergesa-gesa dalam berdoa? Beliau menjawab : "Orang itu mengatakan : Saya telah berdo'a : Saya telah berdo'a. Namun saya merasa belum pernah dikabulkan. Kemudian, dia putus asa dan meninggalkan do'anya. (HR. Muslim).

Maka, ketika do'a mu belum dikabulkan Allah, yang harus kau lakukan adalah :

1. Intropeksi diri. Apakah kau sudah melaksanakan kewajiban sebagai seorang Muslim dan sudahkah kau meninggalkan apa yang Allah larang?

2. Ketika kau berdo'a apakah kau tergesa gesa? Dan ingin do'a mu agar cepat dikabulkan Allah? Jika iya,maka rubahlah.

3. Pastikan bahwa rezeki yang kau dapat dari cara yang halal.

Nah, seorang Muslim harus jeli dalam menilai sesuatu, termasuk dalam masalah do'a. Tidak pantas bagi seorang hamba menuntut bahwa do'a nya harus dikabulkan Allah, tapi seorang hamba boleh berharap agar do'a nya dikabulkan tanpa menuntut.

Gampang saja Allah mengabulkan do'a mu, hanya saja Allah ingin mengujimu, di saat do'a mu belum dikabulkan, akankah kau terus berdo'a kepadanya ataukah kau berhenti berdo'a kepadanya.
 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ما من مسلم يدعو الله بدعوة ليس فيها مأثم و لا قطيعة رحم إلا أعطاه إحدى ثلاث : إما أن يستجيب له دعوته أو يصرف عنه من السوء مثلها أو يدخر له من الأجر مثلها

"Tidaklah seorang muslim yang berdo'a, dan do'anya tidak berisi perbuatan dosa atau memutus silaturahim, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan : 1. Allah kabulkan doanya. 2. Allah hindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan isi doanya. 3. Allah simpan dalam bentuk pahala untuknya di akhirat. (HR. At-Tirmidzi)."

Jadi, jika Allah tidak mengabulkan do'a mu sekarang, boleh jadi Allah menyimpan bagimu pahala untuk di akhirat nanti.

Kau boleh berharap do'a mu dikabulkan oleh Allah. Tapi kau tidak berhak untuk menuntut agar Allah mengabulkan semua do'a mu. Karena Allah mengetahui apa yang tidak kau ketahui, karena Allah mengetahui mana yang baik bagimu dan mana yang buruk bagimu, sedang manusia tidak mengetahui itu semua.

Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.