logo

Hukum Mengusap Tangan ke Wajah Setelah Berdoa | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz, mau tanya  saya membaca tulisan di gambar, di gambar tersebut tertulis mengusap wajah setelah berdo’a dilakukan oleh orang jahil. Apakah ini benar?

Dari : Diana

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Tulisan yang ada di dalam gambar tersebut tidaklah benar. Karena pendapat ulama yang paling rojih (kuat) mengatakan bahwa hadist yang memerintahkan untuk mengusap wajah derajatnya hasan (bagus).

Dari Umar rodhiyallahu 'anhu berkata :

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَدَّ يَدَيهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

“Apabila mengangkat kedua tangannya dalam berdo'a, dia tidak mengembalikannya (menurunkannya) hingga mengusapkan wajahnya dengan kedua tangannya. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 3386).”

Ibnu Hajar mengomentari hadist ini sebagai hadist hasan sebagaimana di dalam kitab hadist Subulus Salam.

Imam as-Shon'ani rohimahullah mengomentari hadist ini di dalam kitab Subulus Salam syarah kitab Bulughul Marom min Jam'i Adillatil Ahkaam jilid 4 halaman 219 :

أخرجه الترمذي وله شواهد منها حديث ابن عباس عند أبي داود وغيره ومجموعها يقضي بأنه حديث حسن وفيه دليل على مشروعية مسح الوجه باليدين بعد الفراغ من الدعاء قيل وكأن المناسبة أنه تعالى لما كان لا يردهما صفرا فكأن الرحمة أصابتهما فناسب إضافة ذلك على الوجه الذي هو أشرف الأعضاء وأحقها بالتكريم

Hadist ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi rohimahullah, dan ada beberapa hadist lainnya yang semakna dengan hadist ini. Diantaranya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas didalam Sunan Abi Dawud dan lainnya, yang secara keseluruhan yang menyebabkan derajat hadist ini menjadi hadist hasan. Dan Didalamnya ini dalil di syari'atkannya mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdo'a. Ada pendapat yang mengatakan seakan-akan sesuai (antara berdo'a dan mengusap wajah), bahwa ketika Allah tidak membiarkan kedua tangan yang berdo'a itu dalam keadaan kosong dan hampa, seakan-akan rahmat mengenainya, maka sesuai jika diusapkan ke wajah yang merupakan anggota tubuh yang paling mulia dan paling berhak memperoleh kemuliaan.

Nah, diantara ulama ada yang menyebutkan hadist mengusap wajah setelah berdo'a derajatnya hasan (bagus).

Bagaimana menurut pendapat ulama mazhab tentang mengusap kedua tangan ke wajah setelah berdo'a?

1. Imam an-Nawawi rohimahullah ulama mazhab Syafi'i berkata di dalam kitab al-Majmu' syarah al-Muhadzab jilid 4 halaman 487 :

وَمِنْ آَدَابِ الدُّعَاءِ كَوْنُهُ فِي الْأَوْقَاتِ وَالْأَمَاكِنِ وَالْأَحْوَالِ الشَّرِيْفَةِ وَاسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ وَرَفْعُ يَدَيْهِ وَمَسْحُ وَجْهِهِ بَعْدَ فَرَاغِهِ وَخَفْضُ الصَّوْتِ بَيْنَ الْجَهْرِ وَالْمُخَافَتَةِ

Diantara beberapa adab dalam berdoa adalah, adanya doa dalam waktu-waktu, tempat-tempat dan keadaan-keadaan yang mulia, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, mengusap wajah setelah selesai berdoa, memelankan suara antara keras dan berbisik.

2. Imam an-Nafrawi rohimahullah seorang ulama mazhab Maliki berkata di dalam kitab al-Fawaakih ad-Dawani jilid 2 halaman 335 :

وَيُسْتَحَبُّ أن يَمْسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ عَقِبَهُ أي : الدُّعَاءِ كَمَا كَانَ يَفْعَلُهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ

Dan di sunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangannya setelah berdo'a, sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

3. Imam al-Mardawai rohimahullah ulama mazhab Hambali berkata di dalam kitab al-Inshof jilid 2 halaman 173 :

وقال المرداوي: رواية المسح هي المذهب، وفعله الإمام أحمد

Dan Imam al-Mardawai berkata : "riwayat dari Imam Ahmad tentang mengusap wajah adalah pendapat mu'tamad (diandalkan)." Dan Imam Ahmad pun melakukannya.

Nah, sekelas ulama-ulama mazhab sekalipun beliau-beliau membenarkan mengusap wajah setelah berdo'a. Jadi hal itu bukanlah termasuk kejahilan ataupun bisa disebut bid'ah sebagaimana yang dikatakan kebanyakan orang. Karena ada hadist yang menerangkannya.

Memang para ulama berbeda pendapat tentang keshahihan hadist ini dan pendapat yang paling kuat adalah hadist ini derajatnya hasan dan para ulama mazhab sekalipun membenarkan mengusap tangan ke wajah setelah berdo'a.

Jadi, jika memang belum tau banyak tentang apa yang dipelajari, jangan mudah menjudge ataupun menilai sesuatu. Karena boleh jadi hal itu belum diketahui olehnya, tapi orang lain sudah mengetahui hal itu.

Dan di dalam ilmu fiqih ijtihad ulama tidak bisa dibatalkan oleh ijtihad ulama lainnya.

Sebuah qoidah fiqih Menyebutkan :

الإجتهاد لاينقد بالإجتهاد

Suatu ijtihad tidak bisa dibatalkan dengan ijtihad lainnya.

Terkadang banyak orang yang baru paham agama sudah bisa menjudge amalan orang lain. Tentunya ini bukan kapasitas dia.

Dan adapun apa yang tertulis di dalam gambar diatas tidaklah benar insyaAllah. Dan mengusap tangan ke wajah setelah berdo'a dibolehkan sebagaimana pendapat ulama-ulama mazhab di atas.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.