logo

Menghormati Ilmu dan Orang Yang Berilmu (Guru) | Konsultasi Muslim



Syekh Az-Zurnuji rohimahullah berkata di dalam Syarah Ta'limul Muta'allim, halaman 16 :

"Sesungguhnya penuntut ilmu itu tidak akan mendapatkan ilmu dan tidak akan bermanfaat ilmunya kecuali dengan menghormati ilmu dan orang yang berilmu. Dia hendaknya menghormati ustadznya yang telah mengajarkan nya ilmu. Karena sesungguhnya menghormati guru adalah sebaik baik keta'atan".

Betapa banyak kita lihat pada zaman kita ini orang-orang yang meninggalkan adab kepada gurunya. Betapa banyak orang yang meninggalkan adab dia tidak bisa memanfaatkan ilmunya kecuali untuk dirinya sendiri. Itulah penting nya adab kepada guru. Karna betapa banyak orang yang mulia dengan adab sekalipun dia dari orang yang biasa-biasa saja.

Dari Abu Said Al-Khudry rodhiyallahu 'anhu, dia berkata :

كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا

“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara.” (HR. Bukhari).

MasyaAllah, betapa besarnya adab para sahabat kepada guru mereka dan kita semua yaitu baginda Rasulullah. Mereka terdiam tatkala Rasulullah menjelaskan, duduk sopan ketika berada didepan mereka dan tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru.

Imam Syafi'i rohimahullah pernah berkata :

كنت أصفح الورقة بين يدي مالك صفحًا رفيقًا هيبة له لئلا يسمع وقعها

Dulu aku membolak balikkan kertas di depan Imam Malik dengan sangat lembut karena segan padanya dan supaya dia tak mendengarnya.

MasyaAllah, sungguh para ulama kita terdahulu telah mencontohkan bagaimana beradab kepada guru. Bahkan hal yang mungkin dianggap sepele saja bisa berdampak kepada ilmu kita.

Ibnul Mubarok rohimahullah berkata :

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.

Maha suci engkau ya Allah yang telah menganugerahkan kepada ulama-ulama kami terdahulu disebabkan kemuliaan mereka karena adab. Maka tak heran bahwa sangat banyak para ulama terdahulu yang cerdas dan bermanfaat ilmunya sampai saat sekarang ini disebabkan kemuliaan mereka karena adab mereka terhadap ilmu,guru dan kepada semua orang-orang yang berilmu.

Semoga Allah masukkan kita kedalam golongan orang-orang yang mempunyai adab kepada ilmu, guru dan orang-orang yang berilmu.

Wallahul Musta'an.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.