logo

Hukum Mengerjakan Maksiat Untuk Kebaikan, Bolehkah? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz. Saya pernah ditanya oleh seseorang. Pertanyaannya seperti ini..

ada hadits yg berbunyi "sesungguhnya amalan itu tergantung pada hasil akhirnya" dan "segala sesuatu bergantung pada niat" lalu bagaimana dengan orang yang berniat mencuri untuk memberi makanan orang miskin?? bukankan hasil akhir dari mencurinya adalah niat baik krn memberi makan orang miskin..

Dari : Fulanah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mungkin maksudnya hadist seperti ini :

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya. (HR. Bukhari, hadist no. 6607).

Hadist ini maksudnya adalah seseorang itu dilihat pada akhir umurnya.

Contoh: "Jika dia sering bermaksiat kepada Allah, namun pada akhir umurnya dia bertobat kepada Allah, maka boleh jadi Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu, walaupun manusia memandang sebelum nya dia ahli maksiat dan calon penghuni neraka dan ahli maksiat.

Itu maksud hadist diatas.

Adapun mencuri, hukumnya berdosa dan haram, walaupun niatnya baik.

Di dalam qoidah ushul fiqh disebutkan :

دَرْءُ المفْسدةُ مُقدَّمٌ على جَلْبِ المصلحةِ

Menolak kerusakan harus didahulukan atas pengambilan manfaat.

Jadi, mencuri itu mengakibatkan kerusakan karna akan dihakimi oleh yang bersangkutan. Dan hukumnya haram. Jika dia mengatakan tidak apa-apa mencuri asal niatnya baik yaitu untuk memberi makan orang miskin. Sekarang saya misalkan begini : "Pernikahan itu hukumnya sunnah menurut para ulama." Ada juga yang mengatakan wajib. Sedangkan zina hukumnya haram secara mutlaq.

Ada 2 orang lelaki dan perempuan ingin menikah, tapi kedua orang tua mereka tidak setuju karena faktor ekonomi misalnya. Kemudian mereka berdua mau berzina dengan niat agar kedua orang tua nya menikah kan mereka bedua.

Saya tanya kepada antum, apakah zina itu halal kalau niatnya baik?

Niatnya baik mau menikah dengan cara berzina dulu agar kedua orang tua mereka tidak punya pilihan lagi, agar menikah kan mereka berdua.

Kira-kira zina tetap halal kah atau haram secara mutlaq?

Sampai kapanpun zina tetap haram walaupun niatnya melakukan hal tersebut baik yaitu agar dinikahkan.

Sekarang mencuri, perbuatan haram. Akan tetapi niatnya baik. Sama dengan kasus zina diatas. Kira-kira masih halal kah atau tetap haram? Tentu hukumnya haram dan hal ini tidak boleh kita lakukan. Walaupun dengan tujuan dan niat baik yang seperti apapun.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta’ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.