logo

Membantah Pernyataan, Sarjana Kok Jadi Ibu Rumah Tangga? | Konsultasi Muslim



Pernah dengar kan kata-kata seperti itu? mereka seolah olah menyudutkan setiap wanita muslimah yang menjadi sarjana, tapi hanya menjadi ibu rumah tangga, bukan wanita pekerja atau bahasa keren nya adalah wanita karir.

Bagi sebagian orang mungkin, khususnya wanita-wanita yang memiliki pemikiran modern akan menganggap keren apabila seorang wanita itu bisa menggapai karirnya, bisa mandiri, bisa bekerja seperti suaminya. Tapi dia lupa satu hal, bahwa itu semua hampa jika keadaan dirumah tidak seperti yang diharapkan.

Islam tidak pernah melarang wanita untuk bekerja di luar rumah, dengan syarat suaminya tidak lagi bisa menfakahi, ataupun kebutuhan rumah tangga yang kurang dan tidak cukup.

Padahal Islam mengatur setiap kehidupan pemeluknya dan menunjukkan bahwa fitrah seorang wanita muslimah adalah dirumah bukan diluar.
Allah Berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj (berpenampilan/berdandan) sebagaimana penampilannya orang-orang jahiliyah yang pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33).

Nah, tugas seorang wanita muslimah adalah tetap di dalam rumah mengurus rumah dan anak-anak nya kelak dan mengajarkan putra putrinya ilmu agama agar kelak menjadi pembela agama Allah dan mendakwahkan Islam dan juga kelak menjadi sholeh dan sholehah.

Ada sebuah ungkapan menyebutkan :

الأم مدرسة الأولى للأولاد

Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi si buah hati (anak anak).

Setinggi apapun pendidikan seorang wanita, dia tetap tugasnya di dalam rumah menjadi pendidik dan sekolah pertama bagi anak-anaknya sebelum anak-anak nya belajar di sekolah. Ingatlah duhai muslimah, pendidikan tinggi mu bukan untuk berkarir di luar rumah, bukan untuk bekerja seperti suami karna bekerja dan menafkahi keluarga adalah tugas suami bukan istri.

Tugas istri adalah dirumah mengajarkan anak-anak nya ilmu agama yang kelak suatu saat anak-anaknya bisa menjadi Sholeh dan Sholehah. Itulah gunanya seorang wanita muslimah berpendidikan tinggi. Jika tidak belajar, apa yang musti diajarkan kepada anak-anak mu kelak?

Selagi masih ada waktu, tuntutlah ilmu terlebih dahulu yang tinggi, sampai pada akhirnya kau nanti akan menikah juga dan menjadi seorang ibu yang mengajarkan anak-anak mu ilmu agama sehingga anak-anak tersebut menjadi pejuang islam dan kelak menjadi Sholeh dan Sholehah.

Hidup ini bukan hanya memikirkan tentang karir saja, tapi pikirkan juga bagaimana keadaan anak-anak mu annti apabila di tinggal bekerja, bagaimana belajarnya, bagaimana akhlaknya, karakter nya dan lain sebaginya. Maka dari itu Islam memerintahkan wanita hanya di dalam rumah saja mengururs rumah, anak, suami dan semua yang berkaitan dengannya apabila suami sedang bekerja.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Menuntut Ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.” (HR. Ibnu Majah).

Maka dari itu, wanita muslimah yang sarjana jangan malu jika nanti setelah jadi ibu rumah tangga, karna menjadi ibu rumah tangga lebih mulia dibandingkan bekerja diluar tapi anak-anak nya telantar dan kewajiban nya sebagai seorang istri tidak dipenuhi dan lalai dari mengurus rumahnya. Na'udzubillah, tsumma na’udzubillah.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.