logo

Hukum Masuk Masjid Mengucapkan Salam, Bukan Doa, Bolehkah? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Ustdz saya mau tanya, di tempat saya kerja ibu"kalau masuk mesjid, mereka mengucapkn assaalmu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh, trus ibu"yg lain menjawab salamnya, setau saya klw msuk mesjid itu ada do'a nya bukan salam yg diucapkan, itu bagaimna hukumnya Ustadz?


Dari : Fitri Handayani Siregar

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Terkait masuk masuk masjid mengucapkan salam, ada beberapa yang harus diperhatikan :


A. Permasalahan do'a


1. Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk berhusnudzon (berperasangka baik) terlebih dahulu kepada sesama muslim.


Dan sebelum menghukumi sesuatu, hendaklah kita tabayun (minta klarifikasi) terlebih dahulu kepada yang bersangkutan, karena siapa tau apa yang kita persangkakan itu salah.


Allah berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. (QS. Al-Hujurat : 12).”


Maka dari itu kita dilarang su'udzon keapada sesama muslim sebelum tabayun kepadanya.


2. Kita tidak mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang. Mana tau dia sudah membaca do'a, tapi do'anya dibaca di dalam hati. Dan do'a tidak selamanya dilafadzkan.


Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata di dalam kitabnya Majmu' Fatawa :


فإن أصل الدعاء من القلب، واللسان تابع للقلب، ومن جعل همته في الدعاء تقويم لسانه أضعف توجه قلبه، ولهذا يدعو المضطر بقلبه دعاء يفتح عليه لا يحضره قبل ذلك


Dan sesungguhnya asalnya do'a itu dari hati. Dan adapun lisan sebagai pengikut hati. Siapa yang menjadikan konsentrasinya saat berdo'a pada pembenahan lisan saja, maka akan melemah munajat hatinya. Oleh karena itu seorang yang berada dalam kondisi genting, berdo'a dengan hatinya. Sebuah doa yang membuka pintu kesulitan yang dia alami, yang sebelumnya tidak pernah terbesit didalam benaknya. (Majmu' Fatawa, jilid 2 halaman 287).


Beliau mengatakan asal do'a itu dari hati. Jadi, sekalipun dia tidak melafadzkan do'anya, maka tidak masalah.


3. Tidak ada yang mengetahui isi hati seseorang kecuali Allah, karena itu perkara ghoib yang hanya Allah yang mengetahuinya.


Allah berfirman :


قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ


“Katakanlah : Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml : 65).”


Jadi, seorang muslim janganlah menebak-nebak isi hati seorang muslim. Karena kita tidak mengetahui yang ghaib kecuali Allah. Begitu juga dalam kasus diatas, kita tidak mengetahui apakah dia sudah membaca do'a atau tidak. Dan hendaklah kita mengedepankan husnudzon terlebih dahulu sebelum su'udzon.


B. Permasalahan salam yang di ucapkan ketika masuk masjid


Salam bisa diucapkan setiap bertemu orang, sedang berkendaraan, maupun yang kecil kepada yang lebih besar.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


لِيُسَلِّمْ اَلصَّغِيرُ عَلَى اَلْكَبِيرِ, وَالْمَارُّ عَلَى اَلْقَاعِدِ, وَالْقَلِيلُ عَلَى اَلْكَثِيرِ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.


“Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak. (HR. Bukhari, Hadist No. 3231).”


Di dalam hadist diatas disebutkan bahwa hendaklah orang yang berjalan mengucapkan salam kepada yang duduk. Nah, sedang keadaan ibu-ibu tersebut sedang dalam keadaan berjalan dan masuk masuk masjid. Maka dalam perkara ini juga di sunnahkan hukumnya mengucapkan salam. Apalagi banyak orang di dalam masjid tersebut.


Dari Abdullah bin Amr berkata :


أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم : أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ : تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ


“Bahwa ada seseorang bertanya pada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengenai islam bagaimana yang baik. Beliau menjawab : Memberikan makan (pada orang yang membutuhkan), dan kamu mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal. (HR. Bukhari, hadist no. 6236).”


Artinya kepada siapapun kita disunnahkan untuk mengucapkan salam. Jadi, insyaAllah apa yang dilakukan ibu-ibu tidaklah salah. Kita sebagai seorang muslim hendaklah menghindari sifat su'udzon kepada muslim lainnya. Dan hukum mengucapkan salam apabila masuk masjid yang banyak orangnya disunnahkan, sebagaimana ditempat lainnya yang juga banyak orangnya. Akan tetapi didahului dengan membaca do'a masuk masjid terlebih dahulu.


Semoga bisa dipahami.


Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.