logo

Mampu Bayar Hutang Tapi Tidak Mau Bayar, Begini Akibatnya | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'allaikum ustadz

Saya mau nanya ustadz... Apabila seseorang itu mempunyai hutang kepada kita berjuta"..Namun kelihatannya ia tak pernah berfikir untuk mmbayarnya.. Apabila di tagih orang itu bilang tak ada uang nya..Tapi nyatanya dlm kehidupan nyatanya dia ibu" sosialita. Yang selalu mementingkan urusan dunianya...bagaimana ustadz menyikapinya

Dari : Fulanah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى   melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Begini ukhti, misalnya kesepakatan di awal hutang dibayar setiap tanggal 15.

Lalu setelah tanggal 15 dia tidak membayar seperti kesepakatan, tapi malah mementingkan membeli barang-barang dibandingkan bayar hutang, maka dia berdosa karena sudah melanggar janji.

Dia berdosa karena telah melanggar janji dan melalaikan membayar hutang.

Sedangkan didalam sebuah qoidah fiqih disebutkan :

المسلمون على شروطهم

Kaum muslimin itu harus menta'ati sesuatu yang telah disepakati bersama

Maka dari itu, jika seorang Muslim sudah mempunyai uang untuk membayar hutangnya, tapi tidak dibayar, maka dia termasuk kedalam orang-orang yang dzolim.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda :

ﻣَﻄْﻞُ ﺍﻟْﻐَﻨِﻰِّ ﻇُﻠْﻢٌ

"Penundaan (pembayaran hutang dari) seorang yang kaya adalah sebuah kedzaliman."

Jadi, jangan tunda membayar hutang. Jika sudah ada uang maka bayarlah. Karena orang-orang yang mati dalam keadaan tidak berhutang dan ahli warisnya tidak tau hutangnya tersebut sehingga tidak dibayar, maka dia akan membayarnya di akhirat nanti dengan kebaikan nya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 2414)."

Apa yang harus dilakukan?

Ingatkan selalu agar dia membayar hutangnya dan do'akan dia supaya rezekinya lancar agar cepat melunasi hutangnya.

Jika jumlahnya sedikit, maka relakanlah, insyaAllah akan bernilai pahala disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Jika orang yang berhutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 280)."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ نَفَّسَ عَنْ غَرِيمِهِ أَوْ مَحَا عَنْهُ كَانَ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa memberi keringanan pada orang yang berutang padanya atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapatkan naungan 'Arsy di hari kiamat. (Musnad Shohabah fil Kutubit Tis'ah)."

Jika tidak bisa mengikhlaskan karena nilainya besar, maka ingatkan dia selalu agar dia membayarnya, tapi dengan cara yang baik-baik.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.