logo

Khusyu' di dalam Shalat, Bagaimana Caranya? | Konsultasi Muslim



Ketika kita shalat terkadang sulit sekali untuk khusyu' dalam setiap gerakan shalat maupun bacaannya. Dan tentunya hal ini membuat kita merasa tidak nyaman.

Apa itu khusyu'? Khusyu' menurut Qatadah adalah :

الخُشُوعُ فيِ القَلْبِ هُوُ الخَوْفُ وَغَضُّ البَصَرِ فيِ الصَّلاَةِ

Khsuyu' di dalam hati adalah rasa takut dan menahan pandangan dalam shalat.

Menurut jumhur (mayoritas) ulama bahwa khusyu' bukanlah termasuk rukun dan tidak pula wajib, akan tetapi hanya sekedar sunnah saja. Dan memang seharusnya bagi seorang muslim harus khusyu' di dalam shalat agar hati menjadi lebih tenang dan merasa lebih dekat kepada Allah.

Dan ke khusyu'an itu harus dimulai dari hari terlebih dahulu, karena jika hatinya sudah khusyu' maka anggota badan pun akan ikut khusyu' insyaAllah.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ رَأَى رَجُلاً يَبْعَثُ بِلِحْيَتِهِ فيِ الصَّلاَةِ فَقَالَ : لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ

“Bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat seseorang memainkan jenggotnya ketika shalat. Maka beliau berkata : "Seandainya hatinya khusyu' maka khusyu' pula anggota badannya. (HR. At-Tirmidzi).”

Salah satu tanda orang-orang yang beriman adalah dia khusyu'di dalam shalatnya.

Allah berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya. (QS. Al-mukminun : 1-2).”

Lalu bagaimana cara khusyu' dalam shalat?

1. Melatih hati untuk khusyu' saat shalat

Ketika seorang Muslim melakukan ibadah shalat, maka dia harus melatih hatinya terlebih dahulu untuk khusyu', karena berawal dari hatilah anggota lainnya akan ikut khusyu' saat melaksanakan shalat. Dan hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh baginda Rasulullah di dalam Hadist.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَنَّ النَّبِيَّ رَأَى رَجُلاً يَبْعَثُ بِلِحْيَتِهِ فيِ الصَّلاَةِ فَقَالَ : لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ

“Bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat seseorang memainkan jenggotnya ketika shalat. Maka beliau berkata : "Seandainya hatinya khusyu' maka khusyu' pula anggota badannya. (HR. At-Tirmidzi).”

Karena hati adalah raja di dalam anggota tubuh. Jika hatinya bagus, maka yang lain juga akan mengikuti hati tersebut. Sebagaimana layaknya prajurit mengikuti rajanya dalam bertindak. Dan yang pertama kali harus dilakukan seorang Muslim agar khusyu'di dalam shalatnya adalah melatih hati untuk khusyu' ketika menghadap Allah.

2. Menghilangkan semua perkara yang menyangkut urusan dunia

Ketika seorang Muslim hendak memulai berwudhu' maka dia harus menghilangkan semua yang menyangkut urusan dunia. Dimulai dari berwudhu' dan berlanjut kepada shalat, dia harus menghilangkan itu semua agar pikiran tenang dan bisa khusyu' dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

فَإِنَّ الْخَيْرَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الشَّرَّ رِيْبَةٌ

Karena sesungguhnya kebaikan adalah ketentraman dan keburukan adalah keraguan.

Hilangkan semua urusan dunia ketika memulai wudhu', begitu juga ketika shalat agar hati dan pikiran sama-sama khusyu' dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

3. Menyadari bahwa ketika dia shalat, dia sedang diawasi dan sedang berinteraksi dengan penciptanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي  وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي  فَإِذَا قَالَ: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Allah berfirman : "Saya membagi shalat antara diriKu dan hambaKu menjadi dua. Untuk hambaKu apa yang dia minta. Apabila hamba-Ku membaca, "Alhamdulillahi rabbil 'Alamin."
Allah Ta’ala berfirman : HambaKu memujiKu." Apabila hambaKu membaca :Ar-rahmanir Rahiim."

Allah Ta’ala berfirman : HambaKu mengulangi pujian untukKu." Apabila hambaKu membaca : "Maaliki yaumid diin."

Apabila hamba-Ku membaca : HambaKu mengagungkanKu." Dalam riwayat lain : Allah berfirman : HambaKu telah menyerahkan urusannya kepadaKu."

Apabila hamba-Ku membaca : "Iyyaka na'budu wa iyyaaka nasta'in. Allah Ta’ala berfirman : 
Ini antara diriKu dan hambaKu, dan untuk hambaKu sesuai apa yang dia minta.Apabila hamba-Ku membaca : Ihdinas-Shirathal mustaqiim. sampai akhir surat. Allah Ta'ala berfirman : "Ini milik hambaKu dan untuk hambaKu sesuai yang dia minta. (HR. Muslim, hadist no. 395).

Jika seorang Muslim yakin bahwa dirinya sedang diawasi oleh penciptanya, sedang berinteraksi dengan sang penciptanya, maka InsyaAllah akan melahirkan ke khusyu'an didalam dirinya. Baik khusyu' hatinya maupun khusyu'seluruh anggota tubuhnya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.