logo

Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah | Konsultasi Muslim



Setiap manusia pasti mengingkan pahala untuk bekal dirinya nanti di akhirat kelak. Dan tentunya manusia akan berlomba lomba untuk mengerjakan amalan sholeh, baik yang wajib maupun yang Sunnah. Terlebih amalan sunnah sebagai penambah amalan wajib.

Nah, di bulan Dzulhijjah ini ada amalan-amalan yang bisa dikerjakan oleh ummat Islam. Apa-apa saja amalan tersebut?

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya : "Tidak pula jihad di jalan Allah? Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : Tidak pula jihad di jalan Allah,kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 757).”

Imam an-Nawawi rohimahullah di dalam kitab Tuhfatul Ahwadzimengatakan :

والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة

Dan Adapun yang dimaksud dengan 10 hari di sini adalah 9 hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah.

Di dalam riwayat lain disebutkan dari Hunaidah bin Kholid, dari beberapa istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah dan pada hari As-Syuro (10 Muharrom), berpuasa tiga hari setiap bulannya. (HR. Abu Dawud, hadist no. 2437).”

MasyaAllah, betapa besar keutamaan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah ini. Maka sebagai hamba Allah yang mempersiapkan bekal untuk akhirat, mari berpuasa pada hari-hari yang disebutkan di dalam hadist ini.

Bagaimana Niatnya? Haruskah berbahasa Arab?       

Jawabannya tidak mesti niatnya memakai Bahasa Arab. Bahkan jika dengan bahasa sendiri pun puasa kita akan sah InsyaAllah.

Akan tetapi, jika mau niat berbahasa Arab juga, maka niatnya seperti ini :

نويت صوم شهر ذي الحجة سنة لله تعالى

Nawaitu Shouma Sahri Dzilhijjati Sunnatan Lillahi Ta'ala

Artinya : Saya niat puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.