logo

Kemuliaan Mempunyai Adab | Konsultasi Muslim



Di dalam kitab Kifaayatul Atqiya' halaman 84 disebutkan :

قال بعض الحكماء :

كثر أدبه كثر شرفه و إن كان وضيعا

و بعد صيته و إن كان خاملا و ساد و إن كان غريبا

و كثرت حوائج الناس إليه و إن كان فقيرا


Sebagian hukama (ulama ahli hikmah) berkata :

Jika seseorang itu banyak adabnya, maka semakin banyak pula kemuliaan nya sekalipun dia seseorang yang derajat nya berada di bawah. Dan setelah itu dia akan terkenal baik sekalipun sebelum nya dia tidak terkenal dan menjadi tokoh dan sekalipun dia dipandang asing. Dan manusia pun akan banyak membutuhkannya sekalipun dia seorang faqir.

Betapa mulianya adab jika seorang muslim menjalaninya. Sekalipun dia bukan seorang ustadz, bukan kiyai, bukan syekh ataupun ulama besar, tapi dia seorang muslim biasa, namun dia mempunyai adab yang bagus kepada semua orang. Maka seorang muslim yang biasa tapi beradab akan lebih dihargai dan dihormati oleh manusia daripada seorang muslim yang punya banyak ilmu tapi lupa adab-adab di dalam bergaul di masyarakat.

Maka para ulama dulu begitu lama belajar adab agar mereka bisa mempraktekkan sebelum mereka berilmu. Mereka belajar adab dulu sebelum belajar ilmu. Kenapa? Karna dengan belajar adab mereka akan mudah memahami suatu ilmu.

Ibnul Mubarok rohimahullah berkata :

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.

MasyaAllah, betapa para ulama menjaga adabnya. Sehingga dengan beradab akan mudah memahami suatu ilmu.

Wallahul Musta'an.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.