logo

Katak Jatuh Ke dalam Air yang Kurang 2 Kulah, Najiskah Airnya? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr,wb...

Pak ustadz saya ingin bertanya mengenai masalah fiqih...
Apakah hewan kecil semisal katak kecil yang masuk ke dalam air yang kurang dua kulah bisa menyebabkan air tersebut menjadi najis?

Sebelumnya saya haturkan terima kasih atas jawabannya.

Dari : Fulan

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum halal dan haramnya hewan yang hidup di 2 alam. Katak adalah salah satu hewan yang hidup di 2 alam.

Di dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi syarah Sunan At-Tirmidzi disebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang hewan yang hidup di 2 alam :

1. Pendapat ulama mazhab Syafi'i

الشافعية : ما ورد في منع أكله شيء يخصه كالضفدع وكذا استثناه أحمد للنهي عن قتله

Ulama mazhab Syafi'i berpendapat bahwa hewan air yang dilarang untuk dimakan hanya katak, dan begitu juga Imam Ahmad juga mengecualikan katak untuk dibunuh.

Dengan kata lain, diharamkan dimakan.

Dalil haramnya katak :

أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِى دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم عَنْ قَتْلِهَا

“Ada seorang tabib bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai katak yang dijadikan obat. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk membunuh katak. (HR. Abu Daud, hadist no. 5269).”

Ini adalah dalil ulama diatas yang melarang katak untuk dimakan dan dibunuh, dan haram untuk dimakan.

2. Pendapat ulama mazhab Hanafi

‏فقال الحنفية يحرم أكل ما سوى السمك‏

Ulama mazhab Hanafi mengatakan bahwa hewan air haram dimakan kecuali ikan.

3. Pendapat Imam Ahmad

‏وقال أحمد يؤكل كل ما في البحر إلا الضفدع والتمساح‏

Imam Ahmad berkata : Bahwa hewan air halal dimakan kecuali katak dan buaya.

4. Pendapat Ibnu Abi Laila dan Imam Malik

‏وقال ابن أبي ليلى ومالك يباح كل ما في البحر‏

Dan pendapat Ibnu Abi Laila dan Malik berkata bahwa dibolehkan memakan setiap hewan yang hidup di air.

Berdasarkan pendapat diatas, bahwa jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa katak itu haram dimakan.

Lalu apakah ketika dia neymplung kedalam bak mandi yang kurang 2 kula menyebabkan airnya najis?

Ada sebuah qoidah menyebutkan :

إِنَّ جَمِيْعَ مُحَرَّمِ الأَكْلِ مِنَ الحَيْوَانِ نَجِسٌ

Setiap hewan yang haram untuk dimakan termasuk najis

Nah, sebagaimana yang disebutkan di dalam qoidah di atas bahwa setiap hewan yang haram dimakan dihukumi najis. Begitu juga katak, maka katak juga dihukumi najis.

Bagaimana jika dia masuk kedalam air yang kurang dari 2 kulah?

Memang, syarat najisnya air ada 3 syaratnya : berubah bau, berubah rasa dan warnanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ الْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ، إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ، وَلَوْنِهِ

“Sesungguhnya air tidaklah disebut najis kecuali sudah berubah dari sisi bau, rasa dan warnanya. (HR Ibnu Majah, hadist no. 521).”

Nah, ketika katak masuk ke dalam air tersebut dilihat, apakah salah satu yang 3 di atas berubah atau tidak. Bau, rasa dan warnanya berubah atau tidak. Jika salah satu di antara yang 3 itu tidak berubah, maka air tersebut tidaklah dihukumi najis, tapi masih dihukumi suci. Dan insyaAllah dimaafkan.

Akan tetapi, untuk kehati-hatian, maka air yang kurang dari 2 kulah tersebut dibuang saja. Tidak lain hanya sebagai bentuk ke hati-hatian saja.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.