logo

Kalo aku Nikah sama kamu, aku makan apa? | Konsultasi Muslim



Banyak wanita di luar sana yang masih mempersoalkan masalah pekerjaan seorang lelaki, padahal terkadang lelaki tersebut sholeh dan baik akhlaknya. Akan tetapi hanya karena pekerjaan sang lelaki ini dia menolak lelaki tersebut dengan alasan aku nanti mau makan apa jika gajinya tidak bisa mencukupi kebutuhan ku.

 

Ya, memang hidup tidak hanya sekedar tentang cinta dan agama, hidup juga butuh makan.


Namun yang perlu kau ketahui adalah bahwa rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Bahkan hewan yang melata sekalipun telah Allah jamin rezekinya.

 

Allah berfirman :

 

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرض إِلا عَلَى الله رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Al-Lauh Al-Mahfuz). (QS. Huud : 6).”

 

Jangankan manusia, hewan yang melata sekalipun Allah jamin rezekinya. Jadi bagaimana mungkin seorang muslimah yang mengaku dirinya beriman kepada Allah ragu akan rezeki lelaki yang mendatangi rumahnya tersebut.

 

Selagi dia mau berusaha, InsyaAllah akan Allah berikan rezeki kepada nya. Karena jika ada lelaki sholeh datang untuk melamar, lalu tidak dinikahkan dengannya, maka akan mendapatkan fitnah nantinya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوْهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ

 

Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian) maka hendaknya kalian menikahkannya dengan wanita kalian. Bila tidak, akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan. (HR. At-Tirmidzi, Hadist No. 1085).

 

Artinya, jika kalian tidak menikahkan anak-anak perempuan kalian dengan lelaki sholeh tersebut, tapi malah memilih lelaki yang tinggi jabatannya, banyak hartanya dan bagus keturunannya, niscaya akan menimbulkan fitnah dan kerusakan yang besar.

 

Kenapa? Karena jika kalian hanya menunggu lelaki yang seperti itu, bisa jadi anak-anak perempuan akan menjadi perawan tua karena lelaki sholeh yang datang tidak mempunyai harta yang banyak. Dan bisa jadi memberi celah untuk berbuat zina hingga hancurlah masa depan anak. Na'udzubillah Tsumma Na'udzubillahi.

 

Ketahuilah bahwa Allah memberikan rezeki kepada hambanya menurut ukuran, dan itu semua sudah diatur oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan boleh jadi sekarang lelaki sholeh yang melamar anak seorang muslim itu tidak punya apa-apa. Tapi siapa yang tau nasib seseorang kedepannya? Dengan syarat dia mau berusaha dalam menafkahi istri dan anaknya.

 

Allah berfirman :

 

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

 

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendak nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaan hamba-hambanya-Nya lagi Maha Melihat.(QS. Asy Syuraa : 27).”

 

Jadi, jangan cemas terhadap rezekimu, karena Allah tau yang terbaik untukmu. Selama dia bertaqwa dan mau berusaha, InsyaAllah akan Allah bukakan pintu rezeki dari arah manapun, bahkan dari arah yang tidak dia sangka-sangka sama sekali.

 

Allah berfirman :

 

و من يتق الله يجعل له مخرجا و يرزقه من حيث لا يحتسب

 

“Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dan akan memberi rizki dari arah yang tidak di sangka-sangka. (QS At-Talaq : 2-3).”

 

Jadi untukmu wahai perempuan dan orang tua yang akan menerima pinangan lelaki sholeh, tak perlu cemas dengan rizki ketika anakmu menikah dengan lelaki yang belum mapan. Karena Allah telah menjamin rizki setiap manusia. Kucinya adalah : Bertaqwa dan Beriman. Serta tidak lupa Usaha dan Do'a.

 

Yang perlu di ingat, sekaya apapun pasangan mu, tapi jika Allah menarik harta yang kau punya dari suamimu, maka kau tidak akan bisa makan darinya. Jika Allah tidak meridhoi harta yang dipunya, untuk apalah harta yang melimpah.


Jangan takut menikah dengan pemuda yang sholeh tapi miskin hartanya, karna harta itu bisa dicari.

 

Tapi takutlah jika kau menikah dengan pemuda yang miskin ilmu, karna bagaimana dia bisa membimbing mu menuju surganya sedangkan dia sendiri tidak bisa mendekatkan dirinya kepada Allah. Takutlah dari siksa api neraka, karena jika dia kaya tapi tidak bisa membimbing mu kejalan yang diridhoi oleh Allah, tidak bisa menyelamatkan mu dari siksa api neraka, maka harta pun akan menjadi sia-sia belaka.

 

Allah berfirman :

 

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ  عَظِيمٌ

 

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah (cobaan) bagimu, di sisi Allah pahala yang besar. (QS. At-Taghabun : 15).”

 

Jadi, harta yang kau cari sewaktu didunia tak bisa menolong mu diakhirat kelak, jika kau tak memilih suami yang sholeh yang bisa membimbing mu menuju ridhonya, maka itu adalah kerugian yang besar.

 

Apalah arti memilih calon suami yang tampan dan banyak hartanya tapi tidak bisa membimbing mu menuju surga Allah. Karena suami mu surga dan neraka mu. Apa artinya? Yaitu suami yang kau pilih bisa mengarahkan mu ke surga atau neraka.

 

Jika suami yang kau pilih sholeh dan berakhlak baik, maka InsyaAllah dia akan membimbing mu untuk mencapai surga Allah. Tapi jika kau memilih suami karena hartanya, atau karena tampannya tanpa memperhatikan agama yang dia punya, maka bisa saja dia tidak akan bisa membawamu menuju surga Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Sedangkan Allah berfirman :

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim : 6).”

 

Ukhti, rizkimu sudah diatur oleh Allah, kau hanya tinggal usaha, do'a dan tawakkal kepada nya. Jika kau takut tidak makan karna menikah dengannya, maka sama saja kau tidak percaya adanya Allah. Karena yang memberi mu makan dan rizki adalah Allah, bukan suamimu. Hanya saja suami mu kelak hanya menjadi perantara untuk mendapatkan rizki dari Allah.

 

Semoga bermanfaat.

 

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.