logo

Jangan Sampai Hijramu Palsu Ukhti | Konsultasi Muslim



Ada orang yang mungkin di awal dia berbuat maksiat, tapi kemudian dia bertobat kepada Allah atas dosa-dosa yang dulu pernah dia lakukan. Atau bahasa anak muda sekarang disebut dengan "Hijrah".

Terserahlah mau dinamain apa asalkan dia mau bertaubat kepada Allah. Tapi kemudian sebelum berhijrah ada hal-hal yang mesti dipahami dan diperhatikan agar hijrah di ridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ada 2 poin yang harus diperhatikan sebelum berhijrah :

1. Niat berhijrah karena siapa dan untuk apa?

Niat berhijrah karena Allah atau karena mengikuti trend zaman sekarang?

Niat itu perlu, karena niat akar segala urusan sebelum melangkah.

Di dalam kitab Ta'limul Muta'allim disebutkan :

النية هي الأصل في جميع الأحوال

Niat itu adalah asal dari segala keadaan.

Artinya sebelum melangkah, maka niat harus diluruskan terlebih dahulu. Karena betapa banyak amalan yang bentuknya amalan akhirat, tapi kemudian menjadi amalan dunia karena buruk niatnya. Karena niatnya bukan karena Allah.

Betapa banyak amalan yang bentuknya amalan dunia, tapi kemudian menjadi amalan akhirat karena baik niatnya. Niatnya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Maka dari itu baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang dia tuju. (HR. Bukhari, hadist no. 1).”

Artinya didalam hadist ini Rasulullah mengingatkan kepada kita semua bahwa jika niat kita karena Allah, maka akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akan tetapi jika niatnya bukan karena Allah, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa dari amal perbuatannya itu.

Nah, begitu juga dengan masalah hijrah. Apabila hijrahmu karena Allah maka akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akan tetapi jika hijrahmu karena mengikuti trend anak-anak muda zaman sekarang, maka sebagus apapun pakaian mu, se syar'i apapun pakaian mu, tapi kalau hijrahmu bukan karena Allah, maka tidak mendapatkan pahala dari hijrahmu tersebut.

Apa sih arti hijrah itu?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ

Dan orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta'ala. (HR. Bukhari, hadist no. 6484).

Kemaksiatan-kemaksiatan yang dulu pernah dilakukan, maka setelah berhijrah jangan lagi dilakukan. Rubah akhlak, sikap dan belajarlah ilmu agama dan sebagainya.

2. Berhijrah itu harus secara kaffah. Begitu juga berislam jangan setengah-setengah, karena Islam memerintahkan untuk berislam secara kaffah.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah : 208).”

Kalo sudah hijrah, jangan lagi boncengan sama lelaki yang bukan mahrom, jangan lagi ngumpul-ngumpul sama yang bukan mahrom. Jangan lagi pacaran dan sebagainya. Karena jika sudah berhijrah tinggalkan itu semua.

Jangan sampai hijrahmu palsu!!!

Pakaian kau rubah dengan pakaian syar'i, tapi perilaku yang dulu masih kau kerjakan juga, boncengan masih juga dengan yang bukan mahrom, pacaran, ngumpul-ngumpul dengan yang bukan mahrom dan sebagainya.

Jangan sampai hijrahmu palsu oleh sebab kau tak mengubah sikap dan akhlakmu. Jangan sampai hijrahmu sia-sia hanya karena terbuai kenikmatan sesaat.

Hijrahlah secara kaffah dan berislam lah secara kaffah agar amalan dan ibadahmu senantiasa di ridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.