logo

Jangan Sakiti Istrimu Akhi | Konsultasi Muslim



Betapa banyak kita temukan masalah seorang suami menyakiti istrinya, entah dia memarahinya dengan keras lah, ntah dia bentak lah, bahkan lelaki tersebut dengan ringannya memukul tubuh istrinya yang terkadang hanya karena masalah sepele. Na'udzubillah. Padahal istrimu adalah amanah dari Allah kepada mu agar kau menjaga dirinya.

Allah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Rum : 21)."

Dulu sebelum kau menikah kau sanjung-sanjung istrimu, kau lah bulan kau lah bintang, gunung kan ku daki, lautan kan ku sebrangi demi kamu.

Tapi setelah kau menikah dengannya kau marahi dia, kau ringankan tanganmu memukul tubuhnya. Cintamu palsu saudaraku. Padahal kita diperintahkan oleh baginda Rasulullah 

Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk memuliakan istri dan menghormati nya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

"Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 1162)."

Ketika istrimu punya kekurangan terimalah dengan segala kekurangannya akhi, karena tiada manusia yang sempurna di dunia ini. Kau pun bukanlah manusia yang sempurna.

Justru dengan menikah lah kalian menjadi sempurna karena saling melengkapi. Dan ketika suami istri menganggap kekurangan sebagai kelebihan, itulah kesempurnaan yang sebenarnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda :

إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفُ الدِّيْنِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي

"Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya. (HR. Al-Baihaqi, hadist no. 294)."

Imam Al-Ghozali mengomentari hadist diatas di dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin jilid 2 halaman 22 :

وهذا أيضاً إشارة إلى أن فضيلته لأجل التحرز من المخالفة تحصناً من الفساد فكأن المفسد لدين المرء في الأغلب فرجه وبطنه وقد كفى بالتزويج أحدهما

Dan ini merupakan isyarat tentang keutamaan nikah, yaitu dalam rangka mlindungi diri dari penyimpangan, agar terhindar dari kerusakan. Karena yang merusak agama manusia umumnya adalah dua hal, yaitu : "Kemaluannya dan perutnya". Dengan menikah, maka salah satunya telah terpenuhi.

Jaga istrimu saudaraku, sebagaimana kau menjaga dirimu sendiri. Senangkan hatinya, buat dia tersenyum. Karena pada hakikatnya tujuan seorang muslim menikah adalah untuk lebih meningkatkan ibadah jika bersamanya dan agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.

Jika suatu keluarga tidak sakinah, mawaddah dan warohmah, maka berarti ada yang salah dengan pernikahannya dan perbaiki lah pernikahan mu saudaraku. Jaga istrimu, karena dia permata yang tak ternilai harganya, karena sejatinya islam menjunjung tinggi wanita.

Semoga bermanfaat

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.