logo

Istri Mengerjakan Pekerjaan Rumah, Berpahalakah? | Konsultasi Muslim



Memang para ulama mengatakan kewajiban Istri itu hanya melayani, melahirkan dan menyusui anak. Pada hakikatnya memang hanya itulah tugas seorang istri.

Namun yang perlu kita ketahui bersama, bahwa di dalam suatu daerah atau negara, ada yang namanya urf atau adat (kebiasaan) suatu penduduk disana dan hal itu bisa diikuti selama tidak bertentangan dengan syari'at Islam.

Allah berfirman :

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf.(QS. Al-Boqoroh : 228).”

Contoh nya :

Di Indonesia, adat (kebiasaan) di masyarakat adalah seorang istri selain melayani, melahirkan dan menyusui, mereka juga bertugas sebagai memasak di dapur, mencuci, ngepel dan sederet pekerjaan lainnya untuk membantu suaminya dan hal ini dibenarkan didalam islam karena ini termasuk kedalam hukum urf (kebiasaan) suatu penduduk negeri.

Dan sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

العادات محكمات

Kebiasaan bisa menjadi landasan hukum.

Selama adat (kebiasaan) itu tidak bertentangan dengan syari'at Islam.

Di dalam qoidah lain juga disebutkan :

العُرْفُ وَالْعَادَةُ يُرْجَعُ إِلَيْهِ فِي كُلِّ حُكْمٍ حَكَمَ بِهِ الشَّارِعُ, وَلَمْ يَحُدَّهُ بِحَدٍّ

Urf dan adat (kebiasaan) dijadikan Pedoman pada setiap hukum dalam syari'at yang Batasannya tidak ditentukan secara tegas.

Maka pada dasarnya tugas seorang istri mengikuti kepada kebiasaan suatu daerah tersebut.

Jangan nanti istri bilang : "tugas istri kan cuma melayani, melahirkan dan menyusui."

Betul yang dikatakan itu, tapi tugasnya menyesuaikan dengan kebiasaan setempat dan itu Bernilai pahala dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala karena sudah terhitung bonus dengan membantu suaminya.

Jangan ibu-ibu menganggap masak di dapur itu tidak ada pahalanya. Itu besar pahalanya karena sudah membantu suaminya.

Apa pahalanya?

Allahu a'lam, yang penting bernilai pahala disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasan nya. (QS. al-Zalzalah : 7).”

Begitu juga jika istri kerja untuk membantu suaminya, maka akan bernilai pahala. Seperti menjaga warung, padahal seharusnya pekerjaan itu adalah tugas seorang suami, maka si istri tersebut mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala karena telah membantu suaminya.

Sekecil apapun istri membantu suaminya, pasti bernilai pahala disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dia akan melihat pahala nya di akhirat nanti.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.