logo

Istri Memberi Peluang Suami Bebas dalam Bergaul, Dosakah? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ustadz saya mau tanya,, apakah berdosa jika seorang istri memenuhi keinginan suaminya yaitu kebebasan dalam pergaulan termasuk pertemuan antara laki² dan perempuan? Sedangkan sebelumnya istri sangat mengkhawatirkan fitnah² yang membahayakan suaminya selain rasa cemburu,mohon jawabannya ustadz terimakasih.

Dari : Ummu Ukasyah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Seorang istri memberikan peluang kepada suami kebebasan untuk berkumpul yang didalamnya ada perempuan. Sama saja dia seperti memancing ikan yang sedang lapar di sungai.

Ketika yang sedang lapar didalam sungai menemukan pancingan yang ada makanannya, apa yang akan terjadi?

Bukankah ikan itu menangkapnya?

Begitulah manusia di ibaratkan. Jangan sampai seorang manusia jatuh ketempat yang salah.

Bertemu dipertemuan yang ada perempuan nya adalah salah satu yang bisa menimbulkan fitnah. Sedangkan kita diperintahkan untuk menjauhi fitnah.

Allah berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal : 25).”

Artinya selama peluang fitnah itu ada, jangan pernah berikan izin kepada istri ataupun suami untuk masuk kedalamnya.

Memang seperti reuni misalnya ada sebabnya yaitu berkumpul bersama setelah sekian lama berpisah. Tapi yang perlu di ingat fitnah nya lebih besar daripada manfaatnya.

Ngumpul sama bini orang, dengar ketawa bini orang, dengar becanda dan suara bini orang. Yang boleh jadi tidak menutup suatu kemungkinan tukaran nomor hp sama bini orang yang akhirnya menimbulkan petaka bagi kehidupan rumah tangganya.

Maka qoidah ushul fiqh yang menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak datangnya kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Artinya qoidah ini harus benar-benar diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.

Nah, maka dari itu sebelum itu semua terjadi, maka istri atau pun suami jangan pernah memberikan kebebasan ngumpul di perkumpulan yang ada perempuannya, sebab mudorotnya ada didepan mata. Karena mencegah kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Sebelum itu terjadi, maka cegahlah terlebih dahulu.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.