logo

Hukum Ikut Pemilu dalam Islam, Haram? Benarkah? | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamu'alaikum izin bertanya stadz, Bagaimana pandangan Islam terkait dengan  Demokrasi dan apa hukumnya ikut pemilu? Karena ada sebagian umat islam tidak mau ikut pemilu karena haram hukumnya katanya. Betulkah? Sukron.

Dari : Fulanah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Baiklah kalo ada yang mengatakan demokrasi haram.

Sekarang begini, kalo ummat Islam tidak memilih dan nanti terpilih lah pemimpin yang tidak peduli kepada Islam. Dan setelah itu sampai-sampai: "Adzan dilarang di negara mayoritas Muslim, pelajaran agama dihapus dari sekolah dan para ulama di kriminalisasi. Dan ummat Islam yang mayoritas serasa minoritas."

Jadi apa yang harus kita lakukan ketika ada pemimpin yang tidak peduli pada Islam? Coba bisa gak mereka menjawab pertanyaan ini. Mereka mengatakan haram karna lupa akan satu hal, yaitu ilmu ushul fiqh.

Boleh-boleh saja suatu perkara tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, boleh-boleh saja tidak bersumber dari ajaran islam, tapi ingat ada maslahah (kepentingan) ummat Islam di dalam nya. Islam selalu mengajarkan kepada kita untuk mendahulukan kepentingan yang sangat-sangat bermanfaat.

Salah satu contoh nya adalah ada sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

درء المفسدة مقدم على جلب المنفعة

Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Coba perhatikan qoidah diatas, kemaslahatan sangat diutamakan. Daripada nanti menjadi bencana di kemudian hari, maka sebelum datang kerusakan itu, hendaklah kita ummat Islam mencegah kerusakan tersebut.

Contoh lain lagi :

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

وَإِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَفَاسِدُ قُدِّمَ اْلأَخَفُّ مِنْهَا

Dan jika ada beberapa mafsadah (bahaya) bertabrakan,maka yang dipilih adalah mafsadah yang paling ringan.

Coba perhatikan, di saat misalnya ada 2 perkara sama-sama berada di hadapan kita pun Islam tetap memerintahkan untuk memilih yang lebih kecil mudorotnya.

Contoh lagi :

Ada 2 presiden misalnya sama-sama tidak baik. Maka Islam tidak menyuruh kita golput karna bisa saja jika yang terpilih nanti pemimpin zolim, maka bersiap-siap lah ummat Islam akan di kucilkan. Oleh sebab itu pilih yang paling ringan dan kecil mudorot nya. Apalagi misalnya calon presiden nya baik, maka kita sebagai ummat Islam harus memilih karna ini untuk kepentingan bersama yaitu ummat Islam.

Jika tidak memilih dan nanti yang terpilih pemimpin yang mengucilkan Islam, setelah itu baru berkoar-koar di media sosial. Terlambat mas bro.

Lalu salah siapa kalo begitu?

Maka dari itu, rubahlah pemikiran ummat Islam yang seperti itu.

Wallahul Musta'an.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.