logo

Hukum Wanita Yang Sedang Haid Mengajar Al-Qur'an | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Mohon pencerahannya ustadz,saya baru gabung beberapa hari,jadi banyak yang belum tau.
Mohon dijelaskan bagaimana hukum seorang wanita yang sedang haidz mengajar ngaji Al Qur'an. Mohon disertakan dalil atau pendapat. Syukron.

Dari : Laelina Ahmad

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Seperti yang kita ketahui bahwa wanita haid dilarang baginya menyentuh Al-Qur'an menurut jumhur (mayoritas) ulama.

Allah Berfirman :

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur'an) kecuali hamba-hamba yang disucikan. (QS. Al-Waqi'ah : 79).”

Di dalam kitab tafsir Rowai'ul Bayaan Ayat Ahkaam, jilid 1 halaman 283, Syekh Muhammad 'Ali as-Shobuni rohimahullah berkata :

اتفق العلماء على أن المرأة الحائض يحرم عليها الصلاة، و الصيام، و الطواف، و دخول المسجد، و مس المصحف، و قراءة القرآن، و لا يحل لزوجها أن يقربها حتى تطهر

Para ulama mazhab yang 4 bersepakat bahwa wanita haid diharamkan atasnya : Shalat, Puasa,Thawaf, masuk Masjid, menyentuh Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an, dan Jima' (bersetubuh) dengan istri nya tersebut.

Dan jumhur (mayoritas ulama) melarang bagi wanita haid untuk menyentuh Al-Qur'an serta membacanya.

Lalu bagaimana dengan wanita haid yang kesehariannya mengajar Al-Qur'an? Apakah juga dilarang?

Ulama mazhab Maliki dan beberapa ulama lainnya membolehkan bagi wanita haid menyentuh mushaf Al-Qur'an dengan tujuan membenarkan bacaan Al-Qur'an kepada murid-muridnya.

Di dalam kitab Syarah Ash-Shoghir 'ala Aqrabil Masalik ila Madzhab Imam Malik jilid 1, halaman 150 disebutkan :

إلَّا لِمُعَلِّمٍ وَمُتَعَلِّمٍ وَإِنْ حَائِضًا لَا جُنُبًا : أَيْ يَحْرُمُ عَلَى الْمُكَلَّفِ مَسُّ الْمُصْحَفِ وَحَمْلُهُ، إلَّا إذَا كَانَ مُعَلِّمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا، فَيَجُوزُ لَهُمَا مَسُّ الْجُزْءِ وَاللَّوْحِ وَالْمُصْحَفِ الْكَامِلِ، وَإِنْ كَانَ كُلٌّ مِنْهُمَا حَائِضًا أَوْ نُفَسَاءَ لِعَدَمِ قُدْرَتِهِمَا عَلَى إزَالَةِ الْمَانِعِ. بِخِلَافِ الْجُنُبِ لِقُدْرَتِهِ عَلَى إزَالَتِهِ بِالْغُسْلِ أَوْ التَّيَمُّمِ. وَالْمُتَعَلِّمُ يَشْمَلُ مَنْ ثَقُلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ فَصَارَ يُكَرِّرُهُ فِي الْمُصْحَفِ

Kecuali bagi orang yang mengajar atau orang yang belajar meskipun dalam kondisi haid atau junub, artinya haram bagi mukallaf menyentuh mushhaf dan membawanya kecuali dalam kondisi sebagai pengajar atau orang yang belajar maka boleh bagi keduanya menyentuh sebagian  atau papan tulis yang bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an (lauh) dan seluruh mushhaf meskipun keduanya dalam keadan haid ata nifas kerena ketidakmampuan keduanya untuk menghilangkan penghalang. Hal ini berbeda dengan orang junub karena kemampuannya untuk menghilangkan penghalang dengan mandi atau tayammum. Dengan begitu menyentuh Al-Qur'an dengan tujuan mengajarkan Al-Qur'an dan membenarkan bacaan Al-Qur'an dibolehkan oleh beberapa Para Ulama.

Bagaimana jika wanita haid tidak mengajar, tapi dia mau mengulang hafalan Qur'annya, Bolehkah?

Imam an-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Muhadzab jilid 2 halaman 357 :

وأما خوف النسيان فنادر , فإن مدة الحيض غالبا ستة أيام أو سبعة , ولا ينسى غالبا في هذا القدر ; ولأن خوف النسيان ينتفي بإمرار القرآن على القلب , والله أعلم

Adapun kekhawatiran seorang wanita haid akan lupanya hapalan Al-Qur'an, maka hal itu sangat jarang terjadi dikarenakan waktu haid biasanya 6 atau 7 hari dan dalam rentang waktu ini biasanya seorang tidak akan lupa hapalannya. Kekhawatiran akan lupanya hapalan bisa ditanggulangi dengan membacanya dalam hati. Wallahu ‘Alam.

Jika memang takut hafalannya hilang, maka hanya dibaca di dalam hati saja, tidak dilafadzkan menurut Imam an-Nawawi rohimahullah.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.