logo

Hukum Wanita Bekerja Keluar Negeri Tanpa ditemani Mahrom, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz, saya ingin bertanya.. jika seorang wanita yang belum menikah lalu pergi untuk bekerja merantau jauh dari kotanya tanpa ditemani seorang mahrom, itu bagaimana dalam pandangan islam?

Syukron ustadz

Dari : Annisa

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى   melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Dilihat dulu sebab musababnya.

Jika dia memang dalam keluarga yang memang kurang mampu, dan menjadi tulang punggung keluarga serta itu kerja yang sekiranya bisa membuat ekonomi keluarganya baik, maka hukumnya boleh-boleh saja selama ada kemaslahatan di dalamnya.

Ada sebuah qoidah fiqih menyebutkan :


درء المفاسد مقدم على جلب المصالح


Menolak suatu kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Setidaknya begini, dengan dia bekerja diluar kota yang agak jauh tersebut dia sudah menghilangkan satu kemudorotan bagi keluarganya, yaitu menghindarkan keluarganya dari kelaparan. Dan akibatnya bisa membuat tubuh manusia sakit tentunya.

Loh ustadz, kan ada hadist yang mengatakan wanita tidak boleh safar tanpa ditemani seorang mahrom, gimana tu ustadz?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


لَا يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ باللَّهِ وَالْيَومِ الآخِرِ، أَنْ تُسَافِرَ سَفَرًا يَكونُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصَاعِدًا، إلَّا وَمعهَا أَبُوهَا، أَوِ ابنُهَا، أَوْ زَوْجُهَا، أَوْ أَخُوهَا، أَوْ ذُو مَحْرَمٍ منها

"Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak boleh melakukan safar selama 3 hari atau lebih, kecuali bersama ayahnya, atau anaknya, atau suaminya, atau saudara kandungnya, atau mahramnya. (HR. Muslim, hadist no.  1340)."

Betul, akan tetapi wanita ini pergi jauh bekerja keluar kota ataupun sampai keluar negara dikarenakan darurat. Dia tidak punya pilihan lain selain harus bekerja jauh dari kota atau jauh keluar negaranya. Maka seperti ini diperbolehkan di dalam Islam sekalipun tanpa ditemani mahrom.

Dasar pengambilan hukumnya adalah sebuah qoidah fiqih :


الضَرُوْرَاتُ تُبِيْحُ المحْظُوْرَاتُ

Dalam Keadaan darurat membolehkan sesuatu yang terlarang.

Apa yang di maksud dengan darurat?

Yaitu dia tidak punya pilihan lain selain menempuh jalan tersebut untuk menghilangkan bahaya.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :


الضرر يزال


Kemudorotan itu harus dihilangkan sebisa mungkin

Maka dari itu syarat wanita yang keluar bekerja jauh keluar kota atau keluar negara itu dia tidak mendapatkan pekerjaan di sekitarnya atau di negaranya yang bisa mengangkat ekonominya misalnya. Maka barulah dibolehkan bekerja jauh keluar kota ataupun keluar negaranya untuk memperbaiki ekonomi keluarganya.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.