logo

Hukum Walimah Khitan Menurut Ulama Mazhab | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz,,
Saya mau tanya dalam pandangan Islam lebih utama mengadakan hajatan / hanya walimah untuk khitanan anak?

Dari : Ummu Ukasyah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum walimah khitan.

Di dalam kitab al-Fiqhu 'alal Madzaahibil Arba'ah halaman 685 disebutkan :

1. Mazhab Syafi'i mengatakan bahwa walimah khitan hukumnya sunnah.

الشافعية - قالوا : يسن صنع الطعام والدعوة إليه عند كل حادث سرور، سواء كان للعرس أوللختان أوللقدوم من السفر إلى غير ذلك مما ذكر، فليست السنة خاصة بوليمة الطعام وكما أن الوليمة تصدق على طعام العرس، فكذلك تصدق على غيره، ولكن صدقها على وليمة العرس أكثر.

Disunnahkan membuat makanan ketika ada sesuatu yang membahagiakan, baik walimah urs (pernikahan), walimah khitan maupun walimah ketika baru datang dari safar (perjalanan jauh). Dan yang disunnahkan itu bukan hanya bersedekah makanan saja sebagaimana di acara walimah urs (pernikahan), akan tetapi dia juga boleh bersedekah dengan selain makanan, akan tetapi yang paling banyak dilakukan adalah sedekah makanan di walimah urs (pernikahan).

2. Mazhab Hanafi mengatakan bahwa walimah khitan itu hukumnya boleh.

الحنفية - قالوا : السنة هي وليمة العرس. أما الدعوة إلى طعام غير العرس كالدعوة إلى طعام الختان ونحوه مما ذكر، فإنها جائزة

Ulama mazhab hanafi berkata : Walimah urs (pernikahan) itu hukumnya sunnah, adapun walimah selain iti seperti walimah khitan, maka hukumnya boleh

3. Mazhab Maliki mengatakan bahwa walimah khitan itu boleh

المالكية - قالوا : إن المندوب هووليمة العرس فقط كما تقدم، وأما غيره كطعام الختان فإنه جائز ليس بواجب ولا مستحب

Ulama mazhab maliki berkata : Sesungguhnya yang disunnahkan itu hanya walimah urs (pernikahan) saja sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. Dan adapun selain walimah urs (pernikahan) seperti walimah khitan, maka hukumnya boleh, bukan wajib ataupun sunnah.

4. Ulama mazhab hambali mengatakan walimah khitan hukumnya boleh

الحنابلة - قالوا : إن المسنون هو الدعوة إلى طعام العرس خاصة، أما غيرها من الأنواع التي ذكرت فإن الدعوة إليه جائزة ما عدا الدعوة إلى طعام المأتم فإنها مكروهة، وفي الدعوة إلى الختان قولان : فقيل مكروهة، وقيل جائزة. أما الدعوة إلى طعام العقيقة فإنها سنة

Ulama mazhab hambali berkata : Sesungguhnya yang disunnahkan itu khusus undangan ke walimah urs (pernikahan) saja, adapun selain walimah urs (pernikahan) dari macam-macam walimah lainnya yang disebutkan, maka undangan untuk menghadirinya hukumnya boleh, selama bukan undangan upacara pemakaman, maka menghadirinya makruh. Adapun undangan ke acara walimah khitan, maka didalam mazhab kami ada 2 pendapat : satu pendapat mengatakan makruh, dan satu pendapat lagi mengatakan boleh. Adapun undangan ke acara aqiqah, maka hukum menghadirinya sunnah.

Intinya para ulama membolehkan walimah khitan, bahkan didalam mazhab Syafi'i hukumnya sunnah.

Mana yang lebih utama untuk diadakan? walimah atau hajatan?

Isinya kan sama. Hanya beda nama saja sebenarnya. Di dalam hajatan ada do'a bersama. Di dalam walimah juga ada do'a bersama. Sekalipun yang lebih dikenal di walimah itu hanya makan-makan saja. Tapi sebenarnya di dalam walimah itu isinya juga ada do'anya.

Jadi bisa dilaksanakan yang mana saja. Asalkan ada do'anya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.