logo

Hukum Uang Yang Didapat Polisi Dari Melakukan Swiping | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Bismillah..  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..  'afwan ustadz bagaimana hukum uang yang diterima oleh seorang polisi ketika sedang melakukan swiping di jalan..  Apakah uangnya halal atau haram?  Syukron ustadz..  Jazaakalllahu khair

Dari : Nurmalia

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Pada dasarnya, seorang Muslim harus mentaati peraturan yang telah disepakati bersama.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

المسلمون على شروطهم

Kaum muslimin harus mentaati apa yang telah disepakati bersama

Dan peraturan lalu lintas adalah salah satu yang harus kita taati sebagai warga negara yang baik.

Kita hidup di sistem pemerintahan demokrasi, dimana hal seperti itu diatur didalam undang-undang.

Lalu, jika dia menerima uang dari razia tersebut, apakah uang tersebut halal atau haram?

Jadi begini, tujuan polisi razia pada dasarnya untuk mengingatkan setiap orang yang berkendaraan, bahwa dia harus memakai helm dan kaca spion.

Tujuannya tidak lain agar ketika dia misalnya jatuh, ada helm yang lebih dulu jatuh ke tanah sebelum kepalanya. Dan apabila dia tidak tau siapa dan seberapa kencang orang di belakangnya, dia bisa melihat kaca spion yang ada di kendaraannya.

Tujuan seperti ini sebenarnya bagus dalam rangka mencegah datangnya kemudorotan.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Akan tetapi, yang harus diperhatikan para polisi seperti ini :

Jika misalnya ada yang melanggar, kemudian dia tilang, dan disuruh datang untuk sidang. Yang disepakati dalam forum rapat polisi misalnya seperti itu. Dan jika dia tidak mau, maka dia harus membayar sebanyak 50 ribu sebagai dendanya. Dendanya diberlakukan agar dia tidak melakukan hal yang sama dikemudian harinya. Dan hal semacam ini boleh.

Akan tetapi, jika misalnya tidak ada perintah razia, dan tiba-tiba dia razia, kemudian ada pengemudi yang tidak melanggar, tapi tetap ditilang, maka uang tilang ini haram hukumnya, karena sama saja mencuri.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ السَّارِقَ ، يَسْرِقُ الْبَيْضَةَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ ، وَيَسْرِقُ الْحَبْلَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ

“Allah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur lalu tangannya dipotong, begitu pula mencuri tali lalu tangannya dipotong. (HR. Bukhari, hadist no. 6783).”

Ataupun misalnya ketika dia menilang pengemudi, dendanya hanya Rp. 50.000, tapi dia tambah menjadi Rp. 100.000, maka ini haram hukumnya.

Adapun memang betul, apa yang mereka lakukan untuk kebaikan dan dendanya dalam rangka membuat jera para pengemudi yang melanggar peraturan lalu lintas, akan tetapi sebagai polisi, hendaklah dia melakukan dengan cara yang baik, agar juga tidak melanggar syari'at Islam.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.