logo

Hukum Tato Mainan, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz,. Afwan,. Ijin bertanya...

Apa hukum nya tato, tpi tato yg ingin ana tanyakan bukan tato yg permanen, tpi hanya 
bersifat sementara... (Kalau kita mw hilangkan maka tato itu akan hilang)..

Syukran ustadz... Wassalamu'alaikum...

Dari : Iki

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Perlu diketahui, bahwa setiap yang diancam dengan laknat, maka termasuk dosa besar di dalam Islam. Maka dari itu, membuat tato di tubuh salah satu yang mendapatkan laknat dan tentunya termasuk dosa besar. Dan hukumnya haram. Akan tetapi kita juga perlu membedakan hukum antara tato yang permanen dan yang tidak permanen.

1. Tato permanen

Tato permanen hukumnya haram secara mutlaq menurut para ulama.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ

“Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melaknat orang yang membuat tato dan yang minta dibuatkan tato.” (HR. Bukhari, hadist no. 5347).

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

يَجِبُ تَقْيِيْدُ اللَّفْظِ بِمُلحَقَاتِهِ مِنْ وَصْفٍ، أَوْشَرْطِ، أَوِاسْتِشْنَاءٍ، أَوْ غَيْرِهَامِنَ الْقُيُوْدِ

Wajib mengaitkan perkataan dengan hal-hal yang mengikatnya, seperti sifat, syarat, pengecualian atau pengikat lainnya.

Artinya adalah jika dalil tersebut umum, maka juga harus dipahami umum, jika khusus, maka dipahami secara khusus, begitu juga jika suatu dalil menunjukkan pada syarat tertentu, maka juga harus merujuk kepada yang disyaratkannya.

Nah, Hadist di atas sifatnya umum. Dan Hadist di atas berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Dan hukumnya sama.

2. Tato yang tidak permanen.

Adapun tato-tatoan atau tato mainan seperti di kerupuk gepang misalnya yang sewaktu-waktu bisa dihilangkan, maka ini hukumnya boleh.

Kenapa? Karena tidak ada unsur merubah ciptaan Allah. Dan tidak memudorotkan bagi dirinya. Kecuali jika bisa menimbulkan mudorot bagi dirinya, maka dari itu tidak diperbolehkan. Karena mencegah kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Dan kesimpulannya : "Sekalipun itu tato mainan, maka janganlah membuatnya di kulit karena menempelnya dikulit juga tidaklah baik. Dan tidak indah untuk dipandang. Sedangkan Allah menyukai keindahan".

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إن الله جميلٌ يحب الجمال

“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim, hadist no. 91).

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.