logo

Hukum Sutrah (Pembatas di dalam Shalat) | Konsultasi Muslim




Sebelum lahirnya Imam Syaukani, maka Ibnu Rusyd mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwa sutroh (pengalang) ketika shalat hukumnya sunnah.

Ibnu Rusyd rohimahullah berkata di dalam kitab fiqihnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid :


وَاتَّفَقَ العُلَمَاءُ بِأَجْمَعِهِمْ عَلَى اسْتِحْبَابِ السُّتْرَةِ بَيْنَ الْمُصَلِّي وَالْقِبْلَةِ إِذَا صَلَّى مُنْفَرِدًا كَانَ أَوْ إِمَامًا


Dan para Ulama-ulama seluruhnya telah berijma' (sepakat) bahwa sunnahnya sutroh untuk diletakan antara orang yang shalat dengan kiblat, baik jika sedang shalat sendirian atau tatkala menjadi Imam. (Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid, jilid 1 halaman 2).


Dan hampir 700 tahun setelah itu lahir Imam Syaukani dan beliau mengatakan hukumnya wajib. Dan ulama baru-baru ini yang mewajibkan sutroh adalah Syekh Al-bani. Tapi yang lebih selamatnya kita mengikuti jumhur (mayoritas) ulama mazhab. Semua ulama mazhab baik Imam Syafi'i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal, kesemua ulama ini mengatakan hukumnya sunnah bukan wajib.


Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Roudotut Tholibin :


يُستحبُ للمُصلي أن يكون بين يديه سترة من جداراً أو سارية أو غيرها ويدنو منها بحيث لا يزيدُ بينهما على ثلاثة أذرع


Disunnahkan bagi orang yang shalat agar meletakkan sutrah di depannya yang berupa tembok, tiang, atau yang lainnya dan mendekat kepadanya dengan jarak (antara dirinya dengan sutroh) tidak lebih dari tiga hasta. (Roudotut Tholibin, jilid 1 halaman 398).


Tentu yang paling rojih (kuat) pendapat nya adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama mazhab yang 4 insyaAllah. Dan hal ini sebenarnya hanyalah sekedar masalah furu' (cabang) bukan perkara ushul (pokok). Jadi perbedaan pendapat di antara ulama dalam masalah furu' dianggap biasa di dalam Islam. Hanya saja sebagai penuntut ilmu, tidak boleh mengangap bahwa amalan dirinya lah yang benar dan yang lain salah. Maka seperti ini haruslah dihindari.


Wallahu Ta'ala a'lam.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.