logo

Hukum Sogok Menyogok Masuk Perkerjaan | Konsultasi Muslim



Tidak bisa dipungkiri bahwa di zaman kita sekarang ini di Indonesia umumnya, setiap orang yang mau melamar pekerjaan pasti ada uang yang akan diberikan kepada petugas yang meloloskannya, dan itu ada dan banyak terjadi.

Seperti misalnya seseorang ingin mengurus SIM, STBK, AKTE dan sebagainya, maka ketika kita tidak membayar, mereka terkadang tidak mengerjakan pesanan kita dengan cepat. Malah dikerjakan di akhir-akhir.

Begitu pula jika misalnya sebuah perusahaan mensyaratkan masuk ke perusahaan dengan kriteria seperti ini :

1. Islam
2. Ipk 3.70
3. Tidak merokok

Apabila dia sudah memenuhi 3 kriteria ini, kemudian dia tes dan dia dinyatakan "lulus".

Kemudian petugas yang meloloskannya berkata: "Kalau kamu mau lolos, maka harus bayar uang masuk se kitar 1 juta rupiah. Kalo tidak kamu tidak jadi diluluskan dan akan dipindahkan ke yang lain".

Maka ketika itu dia boleh membayar uang tersebut? Kenapa? Karena dia mengambil yang menjadi haknya. Dia telah memenuhi kriteria dan lulus dalam uji coba, maka dia boleh membayar uang yang disebutkan. Dan itu bukan termasuk sogok menyogok, tapi mengambil apa yang menjadi haknya.

Kenapa dia harus mengambil nya? Karena jika kesempatan bekerja itu diambil oleh orang-orang yang tidak amanah, maka kita berdosa, apalagi jatuh ke tangan orang-orang yang mudah korupsi dan sebagainya.

Di dalam sebuah qoidah fiqih menyebutkan :


درء المفاسد مقدم على جلب المصالح


Menolak suatu kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Artinya daripada nanti pekerjaan tersebut jatuh ke tangan orang yang salah, lebih baik dicegah terlebih dahulu dengan membayarnya. Dan ini bukan termasuk sogok menyogok, tapi mengambil apa yang menjadi haknya.

Bagaimana yang termasuk sogok menyogok?

Contoh sebuah perusahaan mensyaratkan seperti ini :

1. Islam
2. Ipk 3.70
3. Tidak merokok

Lalu dia tidak memenuhi 3 persyaratan ini, dia hanya memenuhi persyaratan yang pertama, sedangkan IPK nya hanya 3,60, dan dia merokok. Otomatis ini tidak memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh sebuah perusahaan tersebut.

Maka ketika dia menyogok petugasnya agar dia diluluskan dan bisa bekerja di perusahaan tersebut, maka inilah sogok menyogok yang sebenarnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap. (HR. Tirmidzi, hadist no. 1337)."

Sogok menyogok seperti ini haram hukumnya, karena dia tidak memenuhi kriteria. Sedangkan yang pertama boleh, karena dia bukan menyogok, tapi mengambil haknya, hanya saja ada uang yang harus diberikan kepada petugas tersebut jika ingin diluluskan. Karena dia sudah memenuhi kriteria dan lulus tes di perusahaan tersebut.

Bagaimana sih sogok menyogok yang tidak halal itu?

Ibnul 'Arobi berkata :


كُلّ مَال دُفِعَ لِيَبْتَاعَ بِهِ مِنْ ذِي جَاهُ عَوْنًا عَلَى مَا لَا يَحِلُّ


Segala sesuatu yang diserahkan untuk membayar orang yang punya kedudukan supaya menolong dalam hal yang tidak halal

Artinya jika yang dia lakukan halal seperti yang pertama, maka bukan termasuk sogok menyogok seperti yang disebutkan oleh Rasulullah di dalam Hadistnya. Daripada nanti diberikan kepada orang-orang yang tidak amanah, atau dia korupsi, dan sebagainya, maka lebih baik dipegang oleh orang yang bertaqwa kepada Allah dan memegang amanah agar selamat dari kehancuran.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.