logo

Hukum Orang Tua Menunda Pembagian Harta Warisan | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة الله وبرك

Afwan ust Fastabikul

Mohon  referance nya ust

perihal  tanya jawab sbb

Bagaimana hukumnya jika ortu suka menunda warisan?
Padahal anak-anak nya sdh besar-besar belum tersentuh untuk niat diberikan dan anak-anak pun tidak berani menanyakan dengan ortu perihal warisan. Pernah di singgung dalam forum acara keluarga, malah ortu bilangnya :

"Jangan membahas warisan itu berarti mendoakan ortu meninggal"
Padahal anak-anak nya berkeinginan harta ortu sebagian ingin di amal jariyahkan  mengingat harta ortu sangat berlimpah.

Syukron

Dari : Ipuspa

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mengenai harta warisan sudah banyak diterangkan di dalam Al-Qur'an dan Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Allah berfirman :

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

“Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian pula dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.” (QS. An-Nisa' : 7).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَلْحِقُوْاْ الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا

“Serahkanlah bagian (harta warisan) kepada orang yang berhak menerimanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Memang, pada hakikatnya menunda pembagian warisan tidaklah diperbolehkan di dalam Islam dan itu sama saja menzolimi orang yang berhak menerima warisan jika mereka tidak ridho dengan penundaan warisan tersebut.

Akan tetapi, jika dengan perkataan anak-anaknya tidak didengarkan oleh orang tua karena dianggap sama saja mendo'akan cepat mati, maka minta tolonglah kepada pihak ke-tiga seperti ustadz, kiyai ataupun kerabat yang paling dekat untuk mengingatkan orang tua agar segera membagikan harta warisan tersebut.

Anak itu walau sedewasa apapun tetap dianggap kecil oleh orang tua. Anak itu sedewasa apapun tetap dianggap bayi yang masih baru bisa berjalan. Oleh sebab itu menasehati dan memberikan pengertian kepada orang tua terkadang susahnya luar biasa.

Jalan keluarnya adalah minta tolong kepada pihak ketiga seperti minta tolong kepada ustadz atau kiyai, ataupun kepada kerabat yang paling dekat dan seumuran misalnya dengan orang tua untuk sekedar mengingatkan orang tua, bahwa pembagian harta warisan itu hukumnya wajib. Jika tidak, maka akan berdosa karena telah menzolimi orang-orang yang di dalam harta warisan itu punya bagian.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.